| | | | | | | | |
| | | | | | | |
 

Kepala Sekolah SMA N 2 Rambah Hilir Bantah Tidak WajibKan Jilbab Bagi Non Muslim


T2 | Pendidikan
Selasa, 28/08/2018 - 23:08:49 WIB
Kepala Sekolah SMA N 2 Rambah Hilir Bantah Tidak WajibKan Jilbab Bagi Non Muslim

ROHUL – Kepala SMA Negeri 2 Rambah Hilir Berwawasan Unggulan, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, Nurman S.Pd, memberikan klarifikasi soal siswi non muslim memakai jilbab atau hijab di sekolahnya.

Nurman mengatakan jilbab sudah menjadi bagian dari seragam siswi di SMAN 2 Rambah Hilir, apalagi Rohul merupakan bagian dari Provinsi Riau yang kental dengan budaya melayu.

Meski sudah menjadi bagian dari seragam, diakui Nurman, tidak ada paksaan dari tenaga pendidik SMAN 2 Rambah Hilir ‎agar siswi memakai jilbab ke sekolah.

"Kami tak pernah ada aturan wajib jilbab, cuma selaku pendidik, maklumlah kita ini di daerah melayu, memang jilbab sudah umum. Demi memotivasi anak tentu kami sampaikan, untuk meningkatkan budaya sekolah kita. Tapi jilbab tidak wajib," jelas Nurman menjawab riauterkini.com, Senin malam (27/8/2018).

Nurman menerangkan budaya jilbab sudah ada sejak SMAN 2 Rambah Hilir berdiri sekitar 2002 silam. Tenaga pendidik juga tidak pernah menghukum atau memberi sanksi‎ kepada siswi non muslim yang tidak memakai jilbab atau menegurnya.

Diakuinya, tidak ada aturan tertulis yang mengharuskan siswi non muslim memakai jilbab di SMAN 2 Rambah Hilir selama ini.‎ Namun karena Rohul merupakan daerah melayu, maka jilbab menjadi salah satu ciri khas seragam siswi.

‎"Dan kita pun (tenaga pendidik) tidak pernah memandang agama,‎" ujarnya.

‎Ia mengatakan sebelum menjabat Kepala SMAN 2 Rambah Hilir, dirinya juga mengajar di sekolah ini sejak lama. Seingatnya, ia atau tenaga pendidik lain juga belum pernah menegur siswi non muslim yang tidak memakai jilbab.

Nurman bertemu dengan tiga orang tua siswi non muslim, seperti Jumas Sinaga ayah dari siswi Rista Pintaria, Pardamean Simbolon ayah dari siswi Roito Ilfiana boru Simbolon, dan Nurmaida boru Sihotang selaku ibu dari siswi bernama Raimana Simanjuntak.

Pada pertemuan Senin petang hingga malam hari tersebut, Nurman telah menyampaikan kepada orang tua siswi non muslim bahwa pihak sekolah tidak pernah mewajibkan jilbab pada anak-anak mereka. Ia juga persilahkan siswi non muslim tidak memakai jilbab ke sekolah.

"Memang inti kita mendidik bukan pakaian sesungguhnya, yang penting datang ke sekolah. Tetapi karena anak selama ini sudah punya pakaian warna demikian tentu kita pelihara, dan selama ini tidak ada yang komplain," ungkap Nurman, dan mengaku ada sekira 43 siswa dan siswi non muslim di sekolahnya, namun tetap diperlakukan sama dengan pelajar lain.

"Walau bagaimana pun, pakaian‎ itu kan penampilan sebuah sekolah, kebanggaan bagi mereka. Dan kami didik anak selalu bangga dengan sekolahnya agar mereka semangat," terusnya.

‎Nurman mengaku selama ini‎ belum ada orang tua siswi non muslim yang keberatan anaknya memakai jilbab ke sekolah.‎ Kecuali belum lama ini, ada seorang orang tua siswi yang keberatan.

"Jadi memakai jilbab bukan aturan tertulis," tegas Nurman lagi. Ia juga mengatakan sebagian besar siswi non muslim bahkan senang memakai jilbab, seperti‎ dilakukan para senior dan alumni mereka.

Orang Tua Siswi tidak Keberatan 

‎Sementara itu Jumas Sinaga selaku ayah dari Rista Pintaria boru Sinaga mengaku kaget dipanggil pihak sekolah pada Senin petang (27/8/2018) itu.

Jumas mengatakan sejak anaknya masuk di SMAN 2 Rambah Hilir tidak ada aturan atau paksaan dari pihak sekolah untuk memakai jilbab.

"Kalau dia memakai jilbab, mungkin karena sudah budaya di sekolah ini. Dan kami pun tidak keberatan mereka memakainya," jelas Jumas, dan mengaku sangat kaget saat dipanggil agar datang ke sekolah, sebab sore hari kemarin dirinya tengah mandi di sungai.

‎Jumas mengaku tidak akan melarang putrinya memakai jilbab, bahkan akan meminta anaknya untuk menuruti peraturan sekolah.

‎"Nanti di rumah saya akan bilang ke anak saya agar memakai pakaian biasa, Senin pakaian apa, Rabu pakaian apa, sesuai peraturan sekolah," katanya.

Jumas mengaku meski putrinya memakai jilbab di sekolah, namun anaknya tidak mengikuti ajaran agama lain, sebab mereka tetap mendapatkan pelajaran kristen di SMAN 2 Rambah Hilir.

"Itu kebudayaan (memakai jilbab). Sebenarnya pelajaran nasrani pun ada di sini (di sekolah)," pungkas Jumas. Persoalan ini mencuat setelah muncul di media sosial kritikan atas pemakaian jilbab oleh siswi-siswi non muslim di sekolah itu. 





Berita Lainnya :
 
  • Seleksi Perangkat Desa Rambah Dinilai Tidak Transparan, Peserta Minta Panitia Pelaksana Tes Ulang
  • Bupati Inhil Jenguk Indra Muchlis Adnan Di RSUD Puri Husada Tembilahan
  • Peringatan 10 Muharram 1440 Hijriyah, Pemdes Sialang Rindang Gelar Istighosah dan Tabligh Kabar
  • Gubernur Sumbar Ajak Generasi Muda Jadikan Gerakan Pramuka Sebagai Rumah Kita
  • Tim Ekspedisi Jalur Darat 34 Gubernur Kunjungi Sumbar
  • Gubernur Sumbar Lantik Pasangan Deri Asta-Zohirin Sayuti Sebagai Walikota-Wakil Walikota Sawahlunto
  • Terkait Kasus "Penolakan GP Ansor" di Riau, LAMR Tetap Inginkan Harmonisasi
  • Lagi-lagi Narkotika, Warga Mahato Di Ciduk Polisi Dirumah Warga Ahmad Efendi
  • Polsek Kota Pekanbaru Berbagi dengan Warga Kurang Mampu dalam Giat Jumat Barokah
  •  
     
     
     
     
     
     
    Polri dan Mitra Litas Daerah  
    -Mitra Polri   Provinsi Riau Utama
    -Polda Riau -Polresta Pekanbaru -Polres Inhil -Kota Pekanbaru -Kab. Inhil -Nasional -Pendidikan
      -Polres Dumai -Polres Rohul -Kota Dumai -Kab. Rohul -Politik -Hiburan
      -Polres Kampar -Polres Rohil -Kab. Kampar -Kab. Rohil -Ekonomi -Pertanian
      -Polres Bengkalis -Polres Kuansing -Kab. Bengkalis -Kab. Kuansing -Hukrim -Advertorial
      -Polres Pelalawan -Polres Siak -Kab. Pelalawan -Kab. Siak -Sosial -Lensa Foto
      -Polres Inhu -Polres Meranti -Kab. Inhu -Kab. Meranti -Budaya -Foto
    About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
    Copyright © 2015-2017 PT. MEDIA SIGAP INDONESIA, All Rights Reserved