| | | | | | | | |
| | | | | | | |
 
Korban Penganiayan di Kota Pariaman

Evi Tidak Dapat Mencari Nafkah Lagi


Yendri Rusli | Hukum
Sabtu, 03/02/2018 - 14:30:44 WIB
Sigapnews.co.id|| Kota Pariaman. Sungguh tragis yang menimpa Evi Masyta umur 52 tahun ini, sudah dilempari dengan batu sehingga kepalanya bengkak dan memar parah oleh terduga Fatmawati yang juga tetangga korban telah dilaporkan ke Polsek Kota Pariaman sejak kejadian (25/9/2017) dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan Polisi (STPLP) nomor: STPLP/77/IX/Polsek, sehari nya (26/9/2017). Sampai sekarang belum juga sampai kasusnya ke Pengadilan Negeri Pariaman.

Sejak kejadian itu, korban tidak dapat bekerja, padahal korban merupakan tulang punggung keluarga.

"Bagaimana saya bisa bekerja Pak, kepala ini sering sakit dan berdenyut-denyut karena kepala bagian belakang yang kena batu yang dilempar oleh Fatmawati. Sejak kejadian ini, saya tidak bisa menjual pupuk dan produk lainnya. Sebab saya penjual produk multilevel dan harus banyak bertemu orang. Jadi kalau tidak kerja, saya tidak ada duitnya", tegas Evi lirih.

"Memang sudah keluar surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) pada 22 Desember 2017. Itupun setelah saya desak dengan "lunak" sama pak Polisi nya. Tapi hasilnya sampai sekarang tidak ada perkembangannya", terang Evi.

Kasus 351 dengan korban Evi Masyta tentang penganiayaan lagi diproses", kata Kanit Masri anggota Polsek Pariaman lewat telpon.

"Tolong bapak datang saja ke
Polsek untuk lebih terangnya", tegas Masri sambil menutup teleponnya.

"Saya tidak ingin kasus yang menimpa saya ini di petieskan. Kalau perlu sampai ke Polda Sumbar saya laporkan. Sekarang aja pelaku sudah berkoar-koar sama penduduk bahwa beliau aman (tidak ditangkap) walaupun saya telah dipukuli sama batu sampai bengkak dan luka dalam serta memar dan lebam bagian muka (ada visumnya). Kepala saya sering pusing sehingga saya sampai sekarang tidak bisa bekerja mencari nafkah",terang evi dengan suara mengiba. "Sekarang ini pelaku sudah mulai mengancam anak-anak dan keluarga saya. Maklum lah Pak, kami tinggal dikampung. Kalau tidak diselesaikan dengan cepat akan berlanjut terus tiada akhir", tambah Evi berharap.(Yendri)




Berita Lainnya :
 
  • Seleksi Perangkat Desa Rambah Dinilai Tidak Transparan, Peserta Minta Panitia Pelaksana Tes Ulang
  • Bupati Inhil Jenguk Indra Muchlis Adnan Di RSUD Puri Husada Tembilahan
  • Peringatan 10 Muharram 1440 Hijriyah, Pemdes Sialang Rindang Gelar Istighosah dan Tabligh Kabar
  • Gubernur Sumbar Ajak Generasi Muda Jadikan Gerakan Pramuka Sebagai Rumah Kita
  • Tim Ekspedisi Jalur Darat 34 Gubernur Kunjungi Sumbar
  • Gubernur Sumbar Lantik Pasangan Deri Asta-Zohirin Sayuti Sebagai Walikota-Wakil Walikota Sawahlunto
  • Terkait Kasus "Penolakan GP Ansor" di Riau, LAMR Tetap Inginkan Harmonisasi
  • Lagi-lagi Narkotika, Warga Mahato Di Ciduk Polisi Dirumah Warga Ahmad Efendi
  • Polsek Kota Pekanbaru Berbagi dengan Warga Kurang Mampu dalam Giat Jumat Barokah
  •  
     
     
     
     
     
     
    Polri dan Mitra Litas Daerah  
    -Mitra Polri   Provinsi Riau Utama
    -Polda Riau -Polresta Pekanbaru -Polres Inhil -Kota Pekanbaru -Kab. Inhil -Nasional -Pendidikan
      -Polres Dumai -Polres Rohul -Kota Dumai -Kab. Rohul -Politik -Hiburan
      -Polres Kampar -Polres Rohil -Kab. Kampar -Kab. Rohil -Ekonomi -Pertanian
      -Polres Bengkalis -Polres Kuansing -Kab. Bengkalis -Kab. Kuansing -Hukrim -Advertorial
      -Polres Pelalawan -Polres Siak -Kab. Pelalawan -Kab. Siak -Sosial -Lensa Foto
      -Polres Inhu -Polres Meranti -Kab. Inhu -Kab. Meranti -Budaya -Foto
    About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
    Copyright © 2015-2017 PT. MEDIA SIGAP INDONESIA, All Rights Reserved