| | | | | | | | |
| | | | | | | |
 
Ratusan Sak Pupuk Subsidi dan Non Subsidi Ditemukan

Polres Kuansing Riau Amankan Gudang Pupuk Oplosan


Salim/Tbc | Polres Kuantan Singingi
Senin, 22/02/2016 - 13:18:44 WIB

sigapnews.co.id | Kuansing - Polres Kuansing, Riau, berhasil membongkar sindikat pembuatan pupuk oplosan. Tiga orang terduga pelaku diamankan aparat, bersama ratusan sak pupuk subsidi maupun non subsidi.

Hampir tiga tahun gudang ini beroperasi menjalankan bisnis ilegalnya. Polisi akhirnya membongkar sindikat pembuatan pupuk oplosan ini. Ini bermula dari kecurigaan polisi patroli terhadap sebuah mobil L-300 yang sedang membawa muatan pupuk diduga oplosan, Jumat (19/2/2016).

Dari mobil tersebut, polisi mendapati berbagai jenis pupuk subsidi dan non subsidi. Menurut si supir, barang ini bakal dibawa Batang Kering, Provinsi Sumatera Barat. Namun setelah diteliti, ternyata isi pupuk itu tidak sesuai dengan merek yang tertera di karungnya.

Dari sanalah polisi kemudian melakukan penelusuran hingga ke rumah yang diduga tempat meracik pupuk oplosan ini, yang beralamat di Desa Geringging Baru Kecamatan Sentajo Raya Kabupaten Kuansing. Rumah tersebut milik seseorang berinisial Ku (65), yang ditenggarai sebagai pelaku utama dalam bisnis ini.

"Jadi dugaan kita, Ku ini merupakan pebisnis pupuk oplosan. Dia yang bertugas meracik pupuk, mencampur pupuk asli dengan yang palsu dengan maksud mendapat keuntungan besar. Pengakuannya sudah tiga tahun, dengan keuntungan Rp40 ribu untuk setiap sak-nya," kata Kapolres Kuansing, AKBP Edy Sumardi.

Selain Ku, polisi turut mengamankan dua orang pekerja berinisial An (24) dan Ks (56). Kemudian aparat berwajib juga menyita pupuk berbagai merek, diantaranya pupuk KOL 131 sak, ZA 20 sak, NKDF 84 sak, Kisrit 160 sak dan pupuk NK Gurita 99 sak, dengan total keseluruhan 494 sak pupuk oplosan.

"Kita juga menyita satu unit mesin penjahit karung, gulungan benang, sekop, saringan, baskom dan satu unit mobil L-300. Semuanya sudah kita bawa ke Mapolres untuk proses penyidikan lebih lanjut. Untuk gudang pupuknya sudah kita pasangi garis polisi," lanjut kapolres Kuansing.

"Terhadap perbuatan Pelaku kita kenakan Pasal 60 ayat 1 UU RI No 12 Tahun 1992, tentang sistem budidaya tanaman, yakni barang siapa dengan sengaja mengedarkan pupuk yang tidak sesuai label, dipidana penjara lima tahun dan denda Rp250 juta Rupiah," tutup Kapolres Kuansing.






Berita Lainnya :
 
  • Jalan Tempat Kelahiran Tuan Guru Syekh Abdul Wahab Rokan Rusak Parah
  • Wabub Kuansing H.Halim Beri Bantuan Ambulance Untuk Masyrakat Beringin Jaya
  • Anggota DPRD Sarolangun Jambi Sambangi Setwan DPRD Kuansing
  • Prodi ilmu hukum uniks mengadakan Kuliah umum Dengan ahli hukum laut
  • Digagas pengambangan Objek Wisata Air Panas Sungai Pinang
  • Pemprov Riau Terima Penghargaan WTP 2018
  • Pj Sekdaprov Riau Lepas Kontingen Porwil Sumatera ke-X
  • Gubri Terima Kunjungan Delegasi Pemerintah Kerajaan Bhutan
  • Gubri Buka Rakerda DPD REI XII Riau 2019
  •  
     
     
     
     
     
     
    Polri dan Mitra Litas Daerah  
    -Mitra Polri   Provinsi Riau Utama
    -Polda Riau -Polresta Pekanbaru -Polres Inhil -Kota Pekanbaru -Kab. Inhil -Nasional -Pendidikan
      -Polres Dumai -Polres Rohul -Kota Dumai -Kab. Rohul -Politik -Hiburan
      -Polres Kampar -Polres Rohil -Kab. Kampar -Kab. Rohil -Ekonomi -Pertanian
      -Polres Bengkalis -Polres Kuansing -Kab. Bengkalis -Kab. Kuansing -Hukrim -Advertorial
      -Polres Pelalawan -Polres Siak -Kab. Pelalawan -Kab. Siak -Sosial -Lensa Foto
      -Polres Inhu -Polres Meranti -Kab. Inhu -Kab. Meranti -Budaya -Foto
    About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
    Copyright © 2015-2017 PT. MEDIA SIGAP INDONESIA, All Rights Reserved