| | | | | | | | |
| | | | | | | |
 

Kades dan Hulubalang Dampingi Keluarga Agus Pencuri Sarang Walet Lapor ke Polres Rohul


Harun | Polres Rokan Hulu
Selasa, 04/04/2017 - 16:19:40 WIB
Sigapnews.co.id | Rohul - Tiga kepala Desa dan Ketua Hulubalang LAM Rohul mendampingi keluarga tersangka pencurian sarang walet yang berujung kematian di Polres Rokan Hulu, Senin (3/4/2017).

Tersangka pencurian sarang walet akhirnya meninggal diduga dianiaya di Desa Kasang Ungkal kecamatan kepenuhan, Rohul.

Pihak keluarga korban mendatangi Satreskrim Polres Rohul dalam rangka melaporkan dugaan pembunuhan berencana yang dilakukan oleh pemilik walet Suparman Warga Desa Rawa Makmur, Rabu malam (26/3/2017). jam 24.00 WIB.

Peristiwa ini Bermula adanya tiga orang warga Sesa Kepenuhan Timur yang berinisial (AS)(AM)dan(AN)yang tengah melakukan pencurian walet pemilik Suparman warga Desa Rawa Makmur Kecamatan kepenuhan.

media sigapnews.co.id menyumpai salah seorang anggota pencuri walet yang bernama(AS)mengatakan bahwa mereka melakukan pencurian dan masuk kedalam rumah sarang burung walet milik Superman sekira Jam 22.00 wib.

Akan tetapi sekitar jam 24.00 WIB ada motor yang datang masuk ke areal gedung walet disaat mereka berada di lantai 3 dan mencoba untuk mencari tahu siapa yang datang.

"Kami berupaya untuk turun ke lantai dua namun setelah kami sampai ke lantai 2 semakin banyak warga yang datang ke lokasi tersebut. Saya dan Agus Salim almarhum mencoba untuk menyelamatkan diri melompat dari lantai dua tersebut, sedangkan saya melompat arah ke kanan gedung dan Agus Salim almarhum melompat ke sisi kiri gedung namun pada saat itu saudara Agus Salim telah disambut oleh beberapaorang,"papar AS

lanjut AS, setelah sampai di bawah, Agus Salim berupaya untuk melawan dan berupaya untuk menyelamatkan diri. Namun tidak berhasil dilakukannya karena memang sudah sangat banyak orang yang berada di sekitar Si Agus Salim dan hantaman secara beramai-ramai tidak terelakan. Tidak lama kemudian Agus tergeletak dan tidak berbunyi lagi.

"Setelah itu mereka mulai mendekati saya dan mereka pun mulai menghajar saya sehingga saya pun tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya pasrah atas apa yang dilakukan mereka saya dianiaya saya dipukul saya diinjak dan bahkan ada salah satu yang mengacungkan Tojok ke hadapan saya.," lanjut AS

Akan tetapi, sambunv  AS, ada salah satu dari mereka yang mengatakan, jangan ini orang pasir Pandak, Saya kenal. Tapi pada waktu itu saya tidak tahu siapa orangnya. Yang jelas semua yang di situ berbahasa Jawa maka itu saya menyangkal mereka bukanlah orang kampung tetapi berasal sama dengan pemilik walet," pungkasnya AS.





Berita Lainnya :
 
  • Budayakan Bahasa, Di Lhokseumawe Setiap Jumat Wajib Berbahasa Aceh
  • Kejati Jatim Tunggu Juknis Kejagung Soal Hukuman Kebiri Kimia
  • Terkait Kasus Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya, 5 TNI Diskors
  • KJRI di Penang dan Pemprov Sumut Upayakan Pemulangan TKI yang Telantar
  • Luas Karhutla Sumsel Capai 1.675 Hektare
  • Anggota Legislatif Aceh: Dari 731 kursi Terpilih 83 Perempuan
  • Pascapembajakan KM Mina Sejati, Keberadaan 23 ABK Masih Misterius
  • Air Terjun 86 Inhil, Destinasi Wisata yang Cukup Menakjubkan
  • Kejuaraan Dunia Badminton, Hendra Tak Nyangka Rebut Gelar Ketiga
  •  
     
     
     
     
     
     
    Polri dan Mitra Litas Daerah  
    -Mitra Polri   Provinsi Riau Utama
    -Polda Riau -Polresta Pekanbaru -Polres Inhil -Kota Pekanbaru -Kab. Inhil -Nasional -Pendidikan
      -Polres Dumai -Polres Rohul -Kota Dumai -Kab. Rohul -Politik -Hiburan
      -Polres Kampar -Polres Rohil -Kab. Kampar -Kab. Rohil -Ekonomi -Pertanian
      -Polres Bengkalis -Polres Kuansing -Kab. Bengkalis -Kab. Kuansing -Hukrim -Advertorial
      -Polres Pelalawan -Polres Siak -Kab. Pelalawan -Kab. Siak -Sosial -Lensa Foto
      -Polres Inhu -Polres Meranti -Kab. Inhu -Kab. Meranti -Budaya -Foto
    About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
    Copyright © 2015-2017 PT. MEDIA SIGAP INDONESIA, All Rights Reserved