| | | | | | | | |
| | | | | | | |
 

Sri Mulyani: Dokumen 'Paradise Papers' akan Saya Teliti Secara Detail


Piter | Ekonomi
Senin, 06/11/2017 - 15:38:21 WIB
SIGAPNEWS.CO.ID | Jakarta - Hari ini masyarakat di dunia termasuk Indonesja tengah dihebohkan dengan adanya sebuag dokumen yang diberi nama 'Paradise Papers'.

Dokumen ini berisi daftar nama orang-orang yang diduga diam - diam memiliki investasi di luar negeri, di negara yang selama ini dikenal sebagai surga pajak.

Dalam laporan tersebut memuat 13,4 juta dokumen yang mengungkap orang penting pengguna perusahaan cangkang (offshore) di luar negeri.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan akan meneliti secara detail nama-nama yang ada dalam laporan tersebut.

“Kalau ada WNI, terus ada hubungannya dengan perpajakan, ya kami gunakan kerja sama internasional," kata Ani saat ditemui di Jakarta, Senin (6/11/2017).

Namun, Ani belum bisa menjelaskan detail langkah yang akan ditempuh pemerintah kepada WNI yang nantinya ada dalam daftar tersebut.

“Yang pasti kita koordinasi dengan Internaisonal dulu. Lalu kita akan telusuri laporan itu untuk meningkatkan basis data perpajakan (tax based) Indonesia,” katanya.

Dalam laporan tersebut ada tiga tokoh asal Indonesia masuk dalam daftar Paradise Papers, yakni putra dan putri mantan presiden Soeharto, yakni Siti Hutami Endang Adiningsih atau Mamiek Soeharto dan Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto, serta Prabowo Subianto.

Tommy, yang merupakan pimpinan Humpuss Group, pernah menjadi direktur dan bos dewan Asia Market Investment, perusahaan yang terdaftar di Bermuda pada 1997 dan ditutup pada tahun 2000.

Dalam catatan ICIJ, terdapat alamat yang sama untuk Asia Market dan V Power, perusahaan yang terdaftar di Bahama dan dimiliki Tommy Suharto dan memiliki saham di perusahaan mobil mewah Italia Lamborghini, menurut catatan Securities and Exchange Commision.

Menurut data Appleyby, firma hukum di Bermuda, ada sebuah informasi menyangkut keberaaaan perusahaan patungan di Bermuda antara cabang Humpuss dan NLD, perusahaan iklan Australia.

Menurut laporan setempat pada 1997, perusahaan patungan itu membuat Tommy Suharto dan mitranya dari Australia mendirikan bisnis papan reklame pinggir jalan di Negara Bagian Victoria, Australia, Filipina, Malaysia, Myanmar dan Cina.

Perusahaan itu ditutup di Bermuda pada 2003 dan dicatat di Appleby sebagai "pengemplang pajak."

Tak hanya tokoh - tokoh besar tanah air, dokumen 'Paradise Papers' mengungkap nama - nama besar di dunia internasional. Seperti Ratu Elizabeth di Inggris, Menteri Perdagangan di pemerintahan Donald Trump, dan lain - lain.

Seperti halnya Panama Papers tahun lalu, dokumen diperoleh oleh surat kabar Jerman Süddeutsche Zeitung, yang kemudian meminta International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) atau Konsorsium Jurnalis Investigatif untuk melakukan penyelidikan.(*)





Berita Lainnya :
 
  • Bapenda Pekanbaru Gelar Weekend Service kepada Wajib Pajak
  • Disukcapil Pekanbaru Rekam E-KTP di Sekolah dan Percepat Pengurusan Akte Kelahiran
  • Pemkab Kuansing  Salurkan 150 Ribu Bibit Sawit Gratis untuk Masyarakat
  • Bupati H Mursini Lepas Gerak Jalan Santai Muhammadiyah Kuansing
  • Warga Di Hebohkan Dengan Penemuan Mayat Atas Nama Folim
  • LAM Rohul Mengadakan Sosialisasi ke Desa Rambah Untuk LAD
  • Plt Sekda Kuansing Muharlius Hadiri Rakor Nasional Camat Se Indonesia
  • Menpan RB: Pengangkatan Honorer Tergantung Daerah
  • Menpan RB: APIP Nggak Boleh Lagi di Bawah Sekda
  •  
     
     
     
     
     
     
    Polri dan Mitra Litas Daerah  
    -Mitra Polri   Provinsi Riau Utama
    -Polda Riau -Polresta Pekanbaru -Polres Inhil -Kota Pekanbaru -Kab. Inhil -Nasional -Pendidikan
      -Polres Dumai -Polres Rohul -Kota Dumai -Kab. Rohul -Politik -Hiburan
      -Polres Kampar -Polres Rohil -Kab. Kampar -Kab. Rohil -Ekonomi -Pertanian
      -Polres Bengkalis -Polres Kuansing -Kab. Bengkalis -Kab. Kuansing -Hukrim -Advertorial
      -Polres Pelalawan -Polres Siak -Kab. Pelalawan -Kab. Siak -Sosial -Lensa Foto
      -Polres Inhu -Polres Meranti -Kab. Inhu -Kab. Meranti -Budaya -Foto
    About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
    Copyright © 2015-2017 PT. MEDIA SIGAP INDONESIA, All Rights Reserved