| | | | | | | | |
| | | | | | | |
 
Harga Minyak Naik

Dibayangi Lonjakan Corona, Harga Minyak Naik Ditopang Harapan Stimulus


Sigapnews.co.id | Ekonomi
Selasa, 28/07/2020 - 08:23:24 WIB
Ilustrasi - Kilang minyak di Sulphur, Louisiana, Amerika Serikat. (Foto: Sigapnews.co.id/REUTERS/Jonathan Bachman/pri).
TERKAIT:
SIGAPNEWS.CO.ID, New York - Harga minyak menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), di tengah harapan bahwa upaya-upaya stimulus akan membantu merevitalisasi ekonomi AS, tetapi kenaikannya dibatasi oleh meningkatnya kasus Virus Corona dan ketegangan antara Washington dan Beijing.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September naik 31 sen menjadi menetap di 41,60 dolar AS per barel, sementara harga minyak mentah Brent untuk pengiriman September bertambah tujuh sen menjadi ditutup pada 43,41 dolar AS per barel.

Partai Republik di senat diperkirakan akan meluncurkan paket bantuan Virus Corona baru senilai satu triliun dolar AS pada Senin sore waktu setempat.

"Jika kita dapat memasukkan lebih banyak uang ke kantong konsumen, mereka akan membelanjakannya untuk barang dan jasa," kata Analis Senior Grup Price Futures, Phil Flynn, di Chicago. "Itu akan mendorong pada lebih banyak permintaan bensin, lebih banyak perjalanan dan lebih banyak belanja."

Dolar AS yang lemah, yang membuat komoditas berdenominasi dolar lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, juga membantu mendorong minyak berjangka. Indeks dolar AS mencapai level terendah sejak Juni 2018, dirugikan oleh kekhawatiran ekonomi domestik dan memburuknya hubungan AS-China.

Ketegangan baru antara dua ekonomi terbesar di dunia setelah penutupan konsulat di Houston dan Chengdu telah mengirim investor ke tempat yang aman, seperti emas dan obligasi, dan menjauh dari aset-aset berisiko seperti minyak berjangka.

Sementara itu, kasus global dari Virus Corona telah melebihi 16 juta, dan virus ini melonjak di wilayah Amerika Serikat.

Sementara permintaan minyak telah meningkat setelah jatuh pada kuartal kedua, penguncian kembali karena kenaikan tingkat infeksi telah membuat pemulihan tidak merata.

Brent tetap berada di jalur untuk kenaikan bulanan keempat berturut-turut dan WTI akan naik untuk bulan ketiga karena pemotongan pasokan dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Rusia memberikan dukungan.(*)

Liputan : Non Reporter
Editor   : Robinsar Siburian.                  
Sumber: REUTERS.





Berita Lainnya :
 
  • Kejagung Periksa Pejabat Ditjen Bea Cukai Terkait Korupsi Importasi Tekstil
  • Bupati Inhil jadi Pemateri Webinar 'Sawit Watch'
  • Kasus Korupsi Jiwasraya, Kejagung Periksa Sembilan Saksi
  • Warga Desa Sumber Jaya Menolak Putusan Eksekusi PN Kuansing
  • Polairud Bengkalis Musnahkan 30 Ton Gula Ilegal Asal India
  • Pemko Pekanbaru Luncurkan Aplikasi Smart PBB
  • Pemko Pekanbaru Raih Opini WTP dari BPK RI Untuk Yang Keempat Kalinya Secara Beruntun
  • Wako DR Firdaus Lantik Muhammad Jamil Sebagai PJ Sekdako Pekanbaru
  • Pemko Gelar Swab dan Rapid Test Massal di Agus Salim Guna Putus Rantai Penyebaran Covid-19
  •  
     
     
     
     
     
     
    Polri dan Mitra Litas Daerah  
    -Mitra Polri   Provinsi Riau Utama
    -Polda Riau -Polresta Pekanbaru -Polres Inhil -Kota Pekanbaru -Kab. Inhil -Nasional -Pendidikan
      -Polres Dumai -Polres Rohul -Kota Dumai -Kab. Rohul -Politik -Hiburan
      -Polres Kampar -Polres Rohil -Kab. Kampar -Kab. Rohil -Ekonomi -Pertanian
      -Polres Bengkalis -Polres Kuansing -Kab. Bengkalis -Kab. Kuansing -Hukrim -Advertorial
      -Polres Pelalawan -Polres Siak -Kab. Pelalawan -Kab. Siak -Sosial -Lensa Foto
      -Polres Inhu -Polres Meranti -Kab. Inhu -Kab. Meranti -Budaya -Foto
    About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
    Copyright © 2015-2017 PT. MEDIA SIGAP INDONESIA, All Rights Reserved