| | | | | | | | |
| | | | | | | |
 
OTT KPK di Kepri

Istri Gubernur Kepulauan Riau, Noor Lizah WNA


Sigapnews | Kabar Melayu
Minggu, 14/07/2019 - 02:45:45 WIB

SIGAPNEWS.CO.ID, Tanjungpinang - Gubernur Kepri Nurdin Basirun ditangkap oleh Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) pada Rabu (10/7/2019).

Nurdin Basirun diamankan oleh KPK dari rumah dinasnya di daerah Tanjungpinang pada pukul 19.30 WIB.

Nurdin Basirun terlibat kasus suap dan gratifiksi terkait izin lokasi rencana reklamasi di Kepulauan Riau.

Selain Nurdin Basirun, KPK juga menangkap Edy Sofyan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Budi Hartono Kepala Bidang Perikanan Tangkap.

"KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dan menetapkan tiga orang tersangka diduga sebagai penerima."

"Yaitu NB (Nurdin Basirun) Gubernur Kepri, ES (Edy Sofyan) Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, dan BH (Budi Hartono) Kepala Bidang Perikanan Tangkap," ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (11/7/2019) malam.

Dari OTT Nurdin Basirun, KPK mengamankan tas berisi uang sejulah 43.942 dolar Singapura, 5.303 dolar AS, 5 Euro, 407 ringgit Malaysia, 500 riyal Saudi dan 132,6 juta Rupiah.

Nurdin Basirun kini tengah berada di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Nurdin Basirun ditangkap beberapa hari setelah ulang tahunnya yang ke-62 pada 7 Juli 2019.

Bahkan di hari ulang tahunnya, istrinya Noor Lizah Nurdin menyiapkan sebuah nasi tumpeng dan kue ulang tahun.

"Syukur, alhamdulillah saya masih diberikan kesempatan, kekuatan dan kesehatan di usia yang ke-62 ini. Usia saya terus berkurang. Namun amanah yang diemban saat ini semoga mendapat keberkahan oleh Allah untuk dijalankan dengan semaksimal mungkin," ujar Nurdin.

Tak banyak yang tahu, ternyata istri Nurdin Basirun merupakan warga negara asing (WNA).

Noor Lizah Nurdin juga dikabarkan keturunan dari Kerajaan Melayu di Meral.

Berikut beberapa fakta mengenai istri Gubernur Kepri, Noor Lizah Nurdin Warga Negara Asing.

1. Warga negara asing

Noor Lizah merupakan seorang warga negara Singapura hingga saat ini.

Tak hanya sang istri, anak-anak dari Nurdin Basirun juga merupakan warga negara tersebut.

Meski hingga saat ini masih menjadi warga negara Singapura, Noor Lizah pindah ke Tanjung Balai (Karimun) karena sang suami menjadi bupati di sana.

2. Lulusan Stamford College

Noor Lizah merupakan lulusan dari Stamford College dengan penampilan yang dinilai sangat modis.

Berbeda dengan Nurdin Basirun yang saat itu hanya anak laki-laki yang berasal dari kampung.

Karena perbedaan yang cukup mencolok di antara keduanya, orang-orang menilai mereka sebagai pasangan yang aneh.

Nurdin Basirun mengaku sempat malu mengakui perasaannya dan tak tahu cara mengungkapkan perasaannya.

Hingga pada akhirnya di tahun 1982 Noor Lizah dan Nurdin Basirun menikah.

Karena dorongan sang istri, Nurdin Basirun melanjutkan studi hingga mendapatkan gelar master dalam bidang komunikasi dan doktor administrasi negara.

3. Ditolak  memimpin PKK karena status warga negara.

Mengingat Noor Lizah merupakan WNA, membuatnya tak bisa menjadi pemimpin Gerakan Kesejahteraan Keluarga Provinsi atau PKK yang biasa diberikan pada ibu gubernur.

Meski begitu, Noor Lizah mengaku tak masalah dengan hal tersebut.

"Saya bangga menjadi orang Singapura. Saya ingin melakukan lebih banyak hal untuk orang-orang di sini (Kepulauan Riau) untuk aktivitas kemanusiaan, tidak masalah dari negara mana Anda berasal atau paspor mana yang Anda pegang," ungkap Noor Lizah.

4. Keturunan Kerajaan Melayu di Meral.

Nenek dari Noor Lizah memiliki hubungan kerajaan di Meral, sebuah distrik kecil di lepas Karimun yang saat itu menjadi pusat kekuasaan pulau tersebut.

Sang nenek melanggar kebiasaan dengan menikahi rakyat jelata, maka akhirnya mereka mengungsi ke Singapura.

Pada akhir 1970-an, orang tua Noor Lizah kembali ke Karimun untuk mencari keluarganya.(*)


Liputan: Hamid Hasyim

Editor : Robinsar Siburian






Berita Lainnya :
 
  • Budayakan Bahasa, Di Lhokseumawe Setiap Jumat Wajib Berbahasa Aceh
  • Kejati Jatim Tunggu Juknis Kejagung Soal Hukuman Kebiri Kimia
  • Terkait Kasus Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya, 5 TNI Diskors
  • KJRI di Penang dan Pemprov Sumut Upayakan Pemulangan TKI yang Telantar
  • Luas Karhutla Sumsel Capai 1.675 Hektare
  • Anggota Legislatif Aceh: Dari 731 kursi Terpilih 83 Perempuan
  • Pascapembajakan KM Mina Sejati, Keberadaan 23 ABK Masih Misterius
  • Air Terjun 86 Inhil, Destinasi Wisata yang Cukup Menakjubkan
  • Kejuaraan Dunia Badminton, Hendra Tak Nyangka Rebut Gelar Ketiga
  •  
     
     
     
     
     
     
    Polri dan Mitra Litas Daerah  
    -Mitra Polri   Provinsi Riau Utama
    -Polda Riau -Polresta Pekanbaru -Polres Inhil -Kota Pekanbaru -Kab. Inhil -Nasional -Pendidikan
      -Polres Dumai -Polres Rohul -Kota Dumai -Kab. Rohul -Politik -Hiburan
      -Polres Kampar -Polres Rohil -Kab. Kampar -Kab. Rohil -Ekonomi -Pertanian
      -Polres Bengkalis -Polres Kuansing -Kab. Bengkalis -Kab. Kuansing -Hukrim -Advertorial
      -Polres Pelalawan -Polres Siak -Kab. Pelalawan -Kab. Siak -Sosial -Lensa Foto
      -Polres Inhu -Polres Meranti -Kab. Inhu -Kab. Meranti -Budaya -Foto
    About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
    Copyright © 2015-2017 PT. MEDIA SIGAP INDONESIA, All Rights Reserved