| | | | | | | | |
| | | | | | | |
 
Batal Liburan

Pasca-Gempa Banten, Wisatawan Batalkan Liburan ke Kepulauan Seribu


Sigapnews | Pariwisata
Jumat, 02/08/2019 - 23:28:38 WIB
Pemandangan laut dari atas Jembatan Cinta di Pulau Tidung, Pulau Seribu, DKI Jakarta. (Foto: Sigapnews.co.id/Istimewa).
TERKAIT:
SIGAPNEWS.CO.ID, JAKARTA – Ratusan wisatawan membatalkan liburan ke Kepulauan Seribu, Jakarta untuk keberangkatan Sabtu (3/8/2019) pagi pasca-gempa bermagnitudo 7.4 berpusat di 147 km barat daya Sumur, Banten. Wisatawan khawatir gempa di Banten menimbulkan tsunami hingga Kepulauan Seribu.

“Total tamu yang membatalkan sekitar 200 orang. Ada tamu-tamu yang ke Pulau Bidadari, Pulau Sepa, Pulau Putri. Akhir pekan ini sudah mulai ramai wisatawan,” kata Chief Executive Officer Bumi Wisata Indonesia, Jumat (2/8/2019) malam.

Menurut Nena, mayoritas wisatawan tak paham potensi tsunami yang dikeluarkan oleh Badan Metereologi Klimatologi Geofisika (BMKG). Wisatawan, lanjutnya, mengira potensi tsunami bisa mencapai area Kepulauan Seribu. “Potensi kerugian pasti ada. Kondisinya, tamu sudah bayar,” tambahnya.

Marketing Manager Sheila Tour, Sherly Januarti mengatakan sudah ada sekitar 400 wisatawan untuk keberangkatan pada Sabtu (3/8/2019) pagi. Pihak Sheila Tour, lanjutnya, pada akhir pekan sedang banyak menangangi perjalanan grup ke Kepulauan Seribu.

“Kebetulan itu empat grup ke Kepulau Seribu dengan tujuan berbeda. Walaupun gempa potensi tsunami itu daerahnya itu di selatan, semua berpikirnya berdampak ke wisata laut. Semua panik. 90 persen itu minta dijadwalkan ulang,” kata Sherly, Jumat (2/8/219) malam.

Ia menaksir potensi kerugian yang dialami atas pembatalan wisatawan ke Kepulauan Seribu sekitar Rp 500 juta. Menurut Sherly, pihak resort tak bisa memberikan pilihan penjadwalan ulang karena status area Kepulauan Seribu masih dinyatakan aman.

Sebelumnya, gempa bermagnitudo 7.4 mengguncang Jakarta dan sekitarnya, Jumat (2/8/2019) sekitar pukul 19.03 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di akun Twitter miliknya mencatat, gempa berpusat di 7.54 LS,104.58 BT, 147 km barat daya Sumur, Banten dengan pusat di kedalaman 10 km.

Awalnya, BMKG menyebut gempa di Banten berpotensi tsunami. Dalam perkembangannya, BMKG telah mencabut peringatan dini potensi tsunami akibat gempa Banten.(*)

Liputan: Piter
Editor : Robinsar Siburian




Berita Lainnya :
 
  • KPK Tetapkan 10 Orang Tersangka Terkait Kasus Proyek Jalan TA 2013-2015 Di Kabupaten Bengkalis
  • Masferi Kembalikan Formulir Bacawabup Di Kantor DPD II Partai Golkar
  • Satpol PP dan Damkar Rohul Lanjutkan Operasi Pekat 2020
  • Polisi Tangkap 3 Pelaku Penyalah Gunaan Narkotika Jenis Sabu
  • Sepasang Calon Bupati Dan Wakil Mengembalikan Formulir ke Kantor DPD II Partai Golkar
  • Jajaran Polda Riau Komit Cegah dan Tangani Karhutla 2020
  • Disperindag Meminta Pemilik SPBU Jangan Melayani Pelangsiran BBM
  • Bupati Rohul H Sukiman Hadiri Ulang Tahun Desa Pasir Jaya tahun 2020
  • Setwan DPRD Kuansing Gelar Ratas
  •  
     
     
     
     
     
     
    Polri dan Mitra Litas Daerah  
    -Mitra Polri   Provinsi Riau Utama
    -Polda Riau -Polresta Pekanbaru -Polres Inhil -Kota Pekanbaru -Kab. Inhil -Nasional -Pendidikan
      -Polres Dumai -Polres Rohul -Kota Dumai -Kab. Rohul -Politik -Hiburan
      -Polres Kampar -Polres Rohil -Kab. Kampar -Kab. Rohil -Ekonomi -Pertanian
      -Polres Bengkalis -Polres Kuansing -Kab. Bengkalis -Kab. Kuansing -Hukrim -Advertorial
      -Polres Pelalawan -Polres Siak -Kab. Pelalawan -Kab. Siak -Sosial -Lensa Foto
      -Polres Inhu -Polres Meranti -Kab. Inhu -Kab. Meranti -Budaya -Foto
    About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
    Copyright © 2015-2017 PT. MEDIA SIGAP INDONESIA, All Rights Reserved