| | | | | | | | |
| | | | | | | |
 

Tidak ada koordinasi, Gubernur BEM selingkungan UPP kecewa dengan peserta Aksi


T2 | Politik
Kamis, 16/11/2017 - 19:56:23 WIB
Kegiatan aksi demo yang mengatas namakan mahasiswa,banyak menuai pro dan kontra dilingkungan mahasiswa kampus universitas pasir Pengaraian (UPP),Desa Rambah kecamatan Rambah hilir,kabupaten Rokan hulu(Rohul),Riau.Kamis (16-11-2017)

Pasalnya kegiatan aksi tersebut tidak melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan BEM selingkungan UPP terkait hal-hal yang menjadi tuntutan ke pihak rektorat UPP.

Sejarah organisasi mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian mempunyai arti penting terhadap keberlangsungan roda organisasi mahasiswa yang disepakati oleh mahasiswa pada kongres, menjadi keputusan tertinggi di dalam organisasi.

Didalam keputusan Undang-Undang Dasar (UUD) Keluarga Mahasiswa UPP fungsi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) adalah sebagai wadah aspirasi mahasiswa, jadi sebagai mahasiswa harus tau dan memahami hal itu.

Dalam kesempatan tersebut harapan Gubernur Mahasiswa Fakultas Teknik Frengky prayoga menyampaikan "kita siap menampung aspirasi mahasiswa yang harus di perjuangkan tentunya" singkatnya. 

Selanjutnya Gubernur Mahasiswa FKIP Riki Gusnaidi menambahkan "mahasiswa boleh berdemonstran tapi harus membuat kajian terlebih dahulu dan berkoordinasi kepada lembaga organisasi mahasiswa yang ada di fakultas masing-masing karena sudah tertuang pada forum putusan tertinggi (Kongres Mahasiswa) UUD KM UPP BAB IV pasal 13 poin ke 9 yang berbunyi: MENJARING ASPIRASI MAHASISWA UPP DIKAJI DAN DI PERJUANGKAN" pungkasnya. Kami siap menjadi garda terdepan mengkaji persoalan sekaligus memperjuangkan hak mahasiswa sesuai prosedur yang ada tutupnya. 

Ditempat yang berbeda Gubernur Mahasiswa FAPERTA Basuki Ampu menyampaikan "Mahasiswa harus cerdas dalam mengambil sikap terhadap persoalan-persoalan  yang ada dikampus, lembaga yang ada di kampus memperjuangkan hak mahasiswa sesuai koordinasi yang tertuang dalam UUD KM UPP" tuturnya. Karna kami dipilih dari mahasiswa, oleh mahasiswa, dan untuk mahasiswa hidup mahasiswa tutupnya.

Kemudian setelah itu Gubernur BEM selingkungan UPP tetap akan kawal tuntutan itu hingga dapat penyelesaian dengan bijaksana dari rektorat, dan akan memanggil saudara Korlap aksi demo tadi melalui ketua BEM UPP untuk diminta keterangan soal tindakan yang kurang menyenangkan di sekretariat KM UPP.***(Balyan NS)





Berita Lainnya :
 
  • DPUPR Rohul Dapat Bankeu Provinsi Rp 65 M, Untuk Bangun 6 Jembatan.
  • Polisi Grebek Sebuah Rumah Simpang Natal, 2 Orang Di Tangkap
  • Kasatpol PP Inhil Imbau Pengelola Tempat Hiburan Malam Hentikan Aktifitas Selama Ramadhan
  • LDII Ajak Pemuda Teruskan Cita-cita Budi Utomo
  • Longsor, Jembatan Penghubung Kuala Enok dan Tanah Merah Amblas ke Sungai
  • SRG Akan Dilaksanakan Tahun Ini Setelah Dapat Persetujuan Kemendagri
  • Temu Ramah Cagubri No. 4 Andi rahman dgn Masyarakat Pandau Jaya.
  • DPRD Terima LKPj Bupati Kuansing 2017
  • Polres Kuansing Launcing Layanan SKCK Keliling
  •  
     
     
     
     
     
     
    Polri dan Mitra Litas Daerah  
    -Mitra Polri   Provinsi Riau Utama
    -Polda Riau -Polresta Pekanbaru -Polres Inhil -Kota Pekanbaru -Kab. Inhil -Nasional -Pendidikan
      -Polres Dumai -Polres Rohul -Kota Dumai -Kab. Rohul -Politik -Hiburan
      -Polres Kampar -Polres Rohil -Kab. Kampar -Kab. Rohil -Ekonomi -Pertanian
      -Polres Bengkalis -Polres Kuansing -Kab. Bengkalis -Kab. Kuansing -Hukrim -Advertorial
      -Polres Pelalawan -Polres Siak -Kab. Pelalawan -Kab. Siak -Sosial -Lensa Foto
      -Polres Inhu -Polres Meranti -Kab. Inhu -Kab. Meranti -Budaya -Foto
    About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
    Copyright © 2015-2017 PT. MEDIA SIGAP INDONESIA, All Rights Reserved