| | | | | | | | |
| | | | | | | |
 
Politik

Aktivis Anti Korupsi Sumatera Barat Peringati "Hari Kesaktian Setya Novanto"


Defriandi | Politik
Rabu, 04/10/2017 - 02:26:04 WIB
Peserta aksi yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi membawa poster bergambar Ketua DPR Setya Novanto ketika melakukan aksi di depan Gedung KPK, Jakarta, 14 September 2017. (FOTO: ANTARA/Defriandi)
TERKAIT:
SIGAPNEWS.CO.ID | Padang - Puluhan aktivis anti korupsi di Sumatera Barat menggelar aksi "Hari Kesaktian Setya Novanto" di Tugu Gempa Kota Padang, Senin malam 2 Oktober 2017.

Aksi ini merupakan reaksi dari dikabulkannya permohonan praperadilan Setya Novanto.

Para penggiat anti korupsi dari beberapa lembaga dan perguruan tinggi dan mahasiwa di Sumatera Barat ini menilai Ketua DPR RI itu sakti karena berhasil menghindari beberapa kasus korupsi.

"Setya Novanto kembali membuktikan kesaktiannya. Bukan kali ini aja dia tersangkut kasus yang akhirnya berujung bebas dari jerat hukum," ujar Aktivis anti korupsi Fakultas Hukum Universitas Andalas Charles Simabura, Senin 2 Oktober 2017.

Setya Novanto menang dalam sidang praperadilan. Hakim praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Cepi Iskandar, mengabulkan gugatan Setya dan membatalkan penetapan tersangka Setya Novanto dalam perkara korupsi pengadaan KTP elektronik.

Para penggiat korupsi ini mendeklarasikan Hari Kesaktian Setya Novanto. Isinya mendukung KPK untuk menghabisi para koruptor.

Mereka juga menolak keberadaan pansus Hak Angket KPK, menuntut dikeluarkannya surat perintah dimulainya penyidikan baru untuk Setya Novanto, dan mendukung KPK selesaikan kasus korupsi e-KTP.

Mereka menuntut Komisi Yudisial memeriksa hakim Cepi.

Dalam aksi ini sejumlah aktivis anti korupsi berorasi dan membaca puisi. Roni Saputra, aktivis anti korupsi dari Lembaga Bantuan Hukum Pers Padang mengatakan hukum di Indonesia kembali tidak berfungsi dengan dikabulkannya praperadilan Setya Novanto.

"Ini kali kedua hukum dipermainkan, hukum tak berfungsi," ujar Roni berorasi.

Aktivis anti korupsi dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat Wendra Yunaldi menilai, putusan praperadilan Cepi menggemparkan dunia hukum. Keputusan itu dinilainya menghina hukum.

"Kembali tak percaya dengan hukum di Indonesia. Putusan lelucon yang tak lucu. Banyak akrobat hukum. Ini Penghinaan intelektual bagi sarjana hukum," ujarnya.

Koordinator Lembaga Anti Korupsi Integritas Arief Paderi mengatakan Setya Novanto begitu sakti. “Tidak ada hukum yang bisa menjeratnya.”(*)





Berita Lainnya :
 
  • DPUPR Rohul Dapat Bankeu Provinsi Rp 65 M, Untuk Bangun 6 Jembatan.
  • Polisi Grebek Sebuah Rumah Simpang Natal, 2 Orang Di Tangkap
  • Kasatpol PP Inhil Imbau Pengelola Tempat Hiburan Malam Hentikan Aktifitas Selama Ramadhan
  • LDII Ajak Pemuda Teruskan Cita-cita Budi Utomo
  • Longsor, Jembatan Penghubung Kuala Enok dan Tanah Merah Amblas ke Sungai
  • SRG Akan Dilaksanakan Tahun Ini Setelah Dapat Persetujuan Kemendagri
  • Temu Ramah Cagubri No. 4 Andi rahman dgn Masyarakat Pandau Jaya.
  • DPRD Terima LKPj Bupati Kuansing 2017
  • Polres Kuansing Launcing Layanan SKCK Keliling
  •  
     
     
     
     
     
     
    Polri dan Mitra Litas Daerah  
    -Mitra Polri   Provinsi Riau Utama
    -Polda Riau -Polresta Pekanbaru -Polres Inhil -Kota Pekanbaru -Kab. Inhil -Nasional -Pendidikan
      -Polres Dumai -Polres Rohul -Kota Dumai -Kab. Rohul -Politik -Hiburan
      -Polres Kampar -Polres Rohil -Kab. Kampar -Kab. Rohil -Ekonomi -Pertanian
      -Polres Bengkalis -Polres Kuansing -Kab. Bengkalis -Kab. Kuansing -Hukrim -Advertorial
      -Polres Pelalawan -Polres Siak -Kab. Pelalawan -Kab. Siak -Sosial -Lensa Foto
      -Polres Inhu -Polres Meranti -Kab. Inhu -Kab. Meranti -Budaya -Foto
    About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
    Copyright © 2015-2017 PT. MEDIA SIGAP INDONESIA, All Rights Reserved