SIGAPNEWS.CO.ID | Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan akan lebih dulu menelusuri kasus dugaan suap yang menjerat Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi. "> SIGAPNEWS.CO.ID | Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan akan lebih dulu " />
| | | | | | | | |
| | | | | | | |
 
Politik

Kasus Suap Wali Kota Cilegon Memiliki Alibi


Anggraeni | Politik
Minggu, 24/09/2017 - 19:42:38 WIB
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan memberi keterangan terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yang melibatkan Wali Kota Cilegon di Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta, 23 September 2017.(Foto: Sigapnews/Anggraen
TERKAIT:
SIGAPNEWS.CO.ID | Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan akan lebih dulu menelusuri kasus dugaan suap yang menjerat Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi.

Iman diduga terlibat dugaan suap perizinan pada Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kota Cilegon untuk pembuatan mal Transmart.

“Kita lihat dulu kasusnya. Sebab, (dari) informasi yang kami dapat, beliau tidak operasi tangkap tangan (OTT), tapi memang tersangkut paut dengan kasus penyuapan yang dilakukan pengusaha BUMN (badan usaha milik negara),” ujarnya Minggu, 24 September 2017.

Menurut Ace, Iman memiliki alibi, yakni dana tersebut digunakan untuk klub sepak bola Cilegon United Football Club.

“Harus dalami apa betul yang bersangkutan ada bukti mengambil uang tersebut,” ucapnya.

Selain itu, Ace menyatakan ada bukti jejak transfer aliran dana itu tidak langsung ke Iman secara pribadi.

Namun, jika dalam proses peradilan Iman terbukti menerima uang, Golkar tak segan menjatuhkan sanksi bagi kadernya itu.

Golkar pun mengaku akan memberikan pendampingan hukum kepada Iman. “Kita akan secepatnya berkomunikasi dengan pihak keluarga dan Golkar,” tuturnya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan enam tersangka terkait dengan OTT di Cilegon, Banten, Jawa Barat.

Dari enam tersangka, salah satunya Iman Ariyadi, yang diduga menerima suap.

Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan uang tunai Rp 1,152 miliar. Iman sudah menjalani pemeriksaan di KPK pada Minggu dinihari, 24 September 2017.

Ia juga ditahan selama 20 hari untuk kepentingan penyidikan.(*)





Berita Lainnya :
 
  • Perindo Riau Resmi Daftar Bacaleg 2019 di KPU
  • K.A, Sahabat Semua Suku, Titipkan Caleg Demokrat Bagi Masyarakat Rokan Hulu
  • Gubernur Riau Terpilih H Syamsuar Kunjungi LAMR
  • Bupati Inhil Ingatkan Pemberangkatan JCH Dapat Lebih Baik Dari Tahun Sebelumnya
  • Tak Seperti Biasa, Bupati Inhil dan Sekda Beda Pandangan
  • Bupati Inhil Nonton Bareng Masyarakat Laga Final Piala Dunia, Prancis Kontra Kroasia
  • Digagas Diskominfops, Bupati Inhil Resmikan Peluncuran Sistem Inpas
  • Mahasiswa PKM Kedokteran UR Pelopori Program 'GUA'
  • PP IKA Uin Suska Riau Gelar Halal Bihalal Dan Rakor Di Gedung Serindit Gubernur Riau
  •  
     
     
     
     
     
     
    Polri dan Mitra Litas Daerah  
    -Mitra Polri   Provinsi Riau Utama
    -Polda Riau -Polresta Pekanbaru -Polres Inhil -Kota Pekanbaru -Kab. Inhil -Nasional -Pendidikan
      -Polres Dumai -Polres Rohul -Kota Dumai -Kab. Rohul -Politik -Hiburan
      -Polres Kampar -Polres Rohil -Kab. Kampar -Kab. Rohil -Ekonomi -Pertanian
      -Polres Bengkalis -Polres Kuansing -Kab. Bengkalis -Kab. Kuansing -Hukrim -Advertorial
      -Polres Pelalawan -Polres Siak -Kab. Pelalawan -Kab. Siak -Sosial -Lensa Foto
      -Polres Inhu -Polres Meranti -Kab. Inhu -Kab. Meranti -Budaya -Foto
    About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
    Copyright © 2015-2017 PT. MEDIA SIGAP INDONESIA, All Rights Reserved