| | | | | | | | |
| | | | | | | |
 
Pilkada Serentak 2020

Prof Anwar Arifin: Patroli Akun di Medsos Untuk Pantau Agitasi dan Propaganda Politik Pilkada Jambi


Sigapnews.co.id | Politik
Selasa, 15/09/2020 - 14:22:24 WIB
Tangkapan layar grup di Facebook soal Pemilihan Gubernur Jambi. (Foto: Sigapnews.co.id/Ist).
TERKAIT:
SIGAPNEWS.CO.ID, Jambi - Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 2020 sudah masuk tahap verifikasi berkas bakal calon kepala daerah yang telah mendaftar. Perpanjangan pendaftaran ditutup Minggu (13/9/2020) pukul 00.00.

Untuk Pemilihan Gubernur Jambi (Pilgub Jambi 2020) ada 3 pasangangan calon, yakni Fachrori Umar-Syafril Nursal, Al Haris-Abdullah Sani dan Cek Endra-Ratu Munawaroh.

Lima pilkada lagi, di Batanghari dan Tanjab Barat masing-masing yang mendaftar 3 pasangan calon, Tanjab Timur, Bungo dan Sungai Penuh masing-masing yang mendaftar ada 2 pasangan calon.

Bila bakal calon sudah ditetapkan menjadi calon kepala daerah, artinya cakada sudah mulai start kerja keras untuk terus bersosialisasi menarik perhatian masyarakat.

Sosialisasi langsung atau tidak langsung melalui media cetak, online ataupun media sosial.

Sosialisasi lewat media sosial contohnya. Itu tidak saja harus dilakukan kandidat itu sendiri, bisa dilakukan tim sukses atau tim pemenangan masing-masing cakada.

Biasanya, akun media sosial milik cakada atau tim yang resmi akan didaftarkan pada penyelenggara pilkada. Akun resmi ini melakukan kampanye positif untuk menjual kandidat mereka.

Pendukung relawan ini gencar sosialisasi di media sosial mereka, dengan akun real atau fake melakukan agitasi dan propaganda menyangkut cakada mereka atau cakada lawan. Isitilahnya melakukan black campaign dan negatif campaign.

Menurut Prof Anwar Arifin, pakar Komunikasi Politik di Unversitas Hasanudin, dalam bukunya 'Opini Publik', opini publik dapat terbina melalui agitasi politik yang sudah lama dikenal sebagai satu bentuk kegiatan komunikasi politik.

Agitasi berasal dari bahasa latin, agitare yang berarti bergerak, menggerakan, atauvdakam Bahasa Inggris disebut agitation.

Agitasi juga berarti hasutan kepada orang banyak yang biasanya dilakukan oleh tokoh atau aktivis politik untuk mengadakan gerakan politik.

Orang yang melakukan agitasi itu dinamakan agitator. Napheus Smith menyebut agitator itu sebagai orang yang berusaha menimbulkan ketidakpuasan, kegelisahan atau pemberontakan orang lain.

Agitator politik juga diperlukan melalui tulisan yang persuasif dan provokatif. Berisi hasutan untuk mempengaruhi orang banyak. Namun, agitasi politik untuk menyebarkan sedikit gagasan baik, juga selalu terjadi.

Jadi, agitasi dan propaganda (Agitpro) tidak dapat dipisahkan, karena keduanya seringkali menyatu dengan menggunakan retorika.

Sebab, propaganda politik diartikan sebagai penyampaian benar atau salah dengan tujuan meyakinkan orang.

Karena propaganda politik dianggap memiliki kekuatan besar melalui pidato maupun media massa, dalam merayu publik untuk pencitraan dan pembentukan opini publik.

Harbery Blumer (1969) menjelaskan, propaganda dapat dianggao sebagai suatu kampanye politik yang dengan sengaja mengajak dan membimbing untuk memengaruhi, membujuk atau merayu banyak orang guna menerima suatu pandangan, ideologi atau nilai.

Propaganda politik ini sudah lama dipraktikan sebagai bentuk aktivitas komunikasi politik.

Agitasi dan propaganda ini bisa menguntungkan kandidat mereka tapi bisa merugikan kandidat lain. Kebanyakan, hal ini dilakukan akun media sosial yang fake alias palsu.

Dalam hal ini, justru cakada tidak menyarankan ke tim medsos untuk menyerang kandidat lawan. Mereka membuat unggahan untuk mempengaruhi khalayak banyak.

Unggahan itu bisa dilakukan di media sosial seperti Facebook, Twitter atau Whatsapp. Bisa unggahan pribadi ataupun grup-grup medsos yang mereka ikut.

Kebanyakan, akun-akun fake ini bekerja sendiri tanpa diketahui cakada yang mereka dukung atau yang mereka sukai.

Di sinilah perlu tindakan tegas dari pihak terkait, yang masuk dalam sentra gakum terpadu (bawaslu, kepolisian atau kejaksaan).

Minimal pihak-pihak terkait ini memantau atau terus patroli di media sosial untuk mengawasi akun-akun yang membuat unggahan atau komentar terkait soal pilkada, apalagi unggahan dan komentar yang bisa memecahbelah masyarakat.

Jika ada ditemukan pelanggaran pidana umum atau pelanggaran UU pilkada, perlu diproses secara hukum guna beri efek jera bagi pemilik akun tersebut, jangan kasih ampun. 

Kenapa begitu, tujuannya, agar Pilkada Serentak 2020 yang akan digelar 9 Desember 2020 terutama Pilkada di Jambi dan pilkada 5 kabupaten di Jambi bisa berjalan lancar tanpa ada gangguan yang bisa memecahbelah masyarakat.(*)

Liputan: Ardani.
Editor  : Robinsar Siburian.





Berita Lainnya :
 
  • Hari Ini, Presiden Jokowi Resmikan Tol Pekanbaru -Dumai Secara Virtual Dari Istana Negara
  • Firli Bahuri Langgar Kode Etik, Dijatuhi Sanksi Teguran Tertulis 2, Zaenur Rohman: Sangat Ringan...
  • Pidato Raja Salman di Sidang Umum PBB Kritik Iran Habis-habisan
  • Ginjal Bocor, Maidenia Rasmi Butuh Bantuan Pengobatan
  • KPU Kuansing Tetapkan Nomor Urut Paslon Pemilukada 2020
  • Klaster Ponpes Tertular COVID-19 di Bintan-Kepri Bertambah 25 orang, Naik Jadi 81 Kasus
  • Gubri: Peresmian Tol Pekanbaru-Dumai Undangan Terbatas, Harap Disiarkan Live
  • Wabup Bengkalis Non Aktif Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pelit Bicara
  • Presiden Jokowi BESOK Resmikan 131 Km Tol Pekanbaru-Dumai
  •  
     
     
     
     
     
     
    Polri dan Mitra Litas Daerah  
    -Mitra Polri   Provinsi Riau Utama
    -Polda Riau -Polresta Pekanbaru -Polres Inhil -Kota Pekanbaru -Kab. Inhil -Nasional -Pendidikan
      -Polres Dumai -Polres Rohul -Kota Dumai -Kab. Rohul -Politik -Hiburan
      -Polres Kampar -Polres Rohil -Kab. Kampar -Kab. Rohil -Ekonomi -Pertanian
      -Polres Bengkalis -Polres Kuansing -Kab. Bengkalis -Kab. Kuansing -Hukrim -Advertorial
      -Polres Pelalawan -Polres Siak -Kab. Pelalawan -Kab. Siak -Sosial -Lensa Foto
      -Polres Inhu -Polres Meranti -Kab. Inhu -Kab. Meranti -Budaya -Foto
    About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
    Copyright © 2015-2017 PT. MEDIA SIGAP INDONESIA, All Rights Reserved