| | | | | | | | |
| | | | | | | |
 
Mogok Kerja Dipecat

Berawal Mogok Kerja, 109 Tenaga Medis di RSUD Ogan Ilir Dipecat


Sigapnews.co.id | Politik
Jumat, 22/05/2020 - 08:31:08 WIB
Perwakilan tenaga medis RSUD Ogan Ilir yang mogok kerja sejak Jumat (15/05/2020) diterima anggota komisi IV DPRD Ogan Ilir, Senin (18/5/2020). Mereka pun mengadukan alasan mereka mogok kerja ke DPRD.(Foto: Sigapnews.co.id/Ist).
TERKAIT:
SIGAPNEW S.CO.ID, Jambi - Aksi mogok kerja yang dilakukan para tenaga medis di RSUD Ogan Ilir, Sumatera Selatan berakhir pada pemecatan. 

Pasalnya, bupati dan manajemen RSUD Ogan Ilir berdalih tuntutan yang disampaikan para tenaga medis yang melakukan aksi protes tersebut dianggap mengada-ada. 

Meski ada ratusan tenaga medis yang dilakukan pemecatan, mereka menilai tak mempengaruhi layanan yang diberikan. 

Sebagai penggantinya akan dilakukan perekrutan tenaga medis baru. 

Keluhan tenaga medis 

Sebelumnya, sebanyak 60 tenaga medis di RSUD Ogan Ilir yang berstatus honorer melakukan protes dengan menggelar aksi mogok kerja. 

Beberapa alasan yang mereka sampaikan, di antaranya terkait ketersediaan alat pelindung diri (APD) minim, ketidakjelasan insentif dari Pemkab, tidak ada rumah singgah bagi tenaga medis yang menangani pasien corona, dan gaji hanya sebesar Rp 750.000 per bulan. 

“Tenaga paramedis tidak mau melaksanakan perintah pihak rumah sakit karena tidak ada surat tugas, selain itu tidak ada kejelasan soal insentif bagi mereka. Mereka hanya menerima honor bulanan sebesar Rp 750 ribu, sementara mereka diminta juga menangani warga yang positif Covid-19,” terang sumber dikutip dari Kompas.com yang tidak ingin disebut namanya. 

DPRD turun tangan 

Menyikapi aksi protes dari para tenaga medis tersebut, DPRD Ogan Ilir turun tangan. 

Ketua Komisi IV DPRD Ogan Ilir Rizal Mustopa mengaku sudah mendesak bupati untuk melakukan evaluasi terhadap manajemen RSUD. 

Sebab, ia menilai tuntutan yang disampaikan para tenaga medis berkaitan dengan kebutuhan dasar dan keselamatan tenaga medis itu sendiri. 

Seperti kebutuhan APD standar, intensif tambahan, rumah singgah, dan sebagainya. 

“Intinya pemenuhan apa yang dituntut oleh tenaga paramedis itu seharusnya sudah menjadi kewajiban Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir, sebab masalah itu sudah diajukan, termasuk masalah insentif juga sudah diajukan RSUD Ogan Ilir jauh hari sebelum kejadian ini, pertanyaanya kenapa tenaga kesehatan itu bisa mogok?“ tanya Rizal. 

Karena itu, ia meminta Pemkab Ogan Ilir untuk segera melakukan evaluasi terhadap kinerja Direktur dan manajemen RSUD. 

Bantahan RSUD

Direktur RSUD Ogan Ilir Roretta Arta Guna Riama membantah tudingan yang disampaikan para tenaga medis yang melakukan mogok kerja. 

Ia berdalih, tuntutan para tenaga medis terkait dengan rumah singgah dan insentif tambahan bagi yang menangani pasien corona sudah disediakan. 

Karena itu, tudingan yang disampaikan itu hanya mengada-ada karena ketakutan semata. 

“Mereka lari ketakutan saat melihat ada pasien yang positif Covid-19," jelas Roretta 

“Tidak ada tenaga dokter, mereka para tenaga medis seperti perawat dan sopir ambulans, mereka itu takut menangani pasien positif Covid-19, itu saja, bukan karena soal lain,” tambah Roretta. 

Bupati pecat 109 tenaga medis 

Buntut adanya aksi mogok kerja itu, sedikitnya ada 109 tenaga medis dipecat dengan tidak hormat. 

Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam mengatakan, tenaga medis yang dipecat itu di antaranya 14 dokter spesialis, delapan dokter umum, 33 perawat berstatus aparatur sipil negara (ASN), dan 11 tenaga honorer di RSUD Ogan Ilir. 

“Ya sudah diberhentikan, saya yang menandatangani surat pemberhentiannya,” kata Ilyas saat dikonfirmasi di Kantor Badan Amil Zakat Nasional Ogan Ilir, Kamis (21/5/2020). 

Senada dengan Direktur RSUD, Ilyas menganggap bahwa tudingan terkait dengan para tenaga medis tersebut tidak benar. 

Sebab APD, rumah singgah, dan juga insentif tambahan dianggap sudah disediakan jauh sebelumnya. 

“Insentif sudah ada, minta sediakan rumah singgah, sudah ada 34 kamar ada kasur dan pakai AC semua, bilang APD minim, APD ribuan ada di RSUD Ogan Ilir, silakan cek,” jelas Ilyas. 

Meski ratusan tenaga medis dipecat, ia berdalih tidak akan mempengaruhi pelayanan. 

Sebagai pengganti, pihaknya akan mencari tenaga medis baru. (*)

Liputan: Andi Usman
Editor  : Robinsar Siburian.





Berita Lainnya :
 
  • Mulai 8 Juni Ini Sumatera Barat Berlakukan Tatanan New Normal
  • Terkait Penyaluran Bansos, KPK Terima 118 Laporan Masyarakat
  • Adhya Tirta Batam Putus Saluran Pipa Air Bersih Ilegal
  • Wabub Petahana H.Halim Optimis PKB Bersamanya Pilbub Kuansing 2020
  • Mahasiswa Relawan Covid-19 UNRI Semprot Disinfektan di Kelurahan Simpang Baru
  • Pasangan ASN Asahan Mesum Nyaris Tewas Ternyata PNS Dinas Pendidikan
  • Diduga Dikorupsi Mantan Plt Sekda Kuansing Riau Cs, Ini Rinciannya...
  • Kapolri Idham Azis Mutasikan Wakapolda Sumut dan Kalsel
  • Eks Dirut PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso Diperiksa KPK Sebagai Tersangka
  •  
     
     
     
     
     
     
    Polri dan Mitra Litas Daerah  
    -Mitra Polri   Provinsi Riau Utama
    -Polda Riau -Polresta Pekanbaru -Polres Inhil -Kota Pekanbaru -Kab. Inhil -Nasional -Pendidikan
      -Polres Dumai -Polres Rohul -Kota Dumai -Kab. Rohul -Politik -Hiburan
      -Polres Kampar -Polres Rohil -Kab. Kampar -Kab. Rohil -Ekonomi -Pertanian
      -Polres Bengkalis -Polres Kuansing -Kab. Bengkalis -Kab. Kuansing -Hukrim -Advertorial
      -Polres Pelalawan -Polres Siak -Kab. Pelalawan -Kab. Siak -Sosial -Lensa Foto
      -Polres Inhu -Polres Meranti -Kab. Inhu -Kab. Meranti -Budaya -Foto
    About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
    Copyright © 2015-2017 PT. MEDIA SIGAP INDONESIA, All Rights Reserved