| | | | | | | | |
| | | | | | | |
 
Ponsel Huawei

Imbas Perang Dagang, Aplikasi Google Tak Hadir di Ponsel Huawei?


Sigapnews | Tekno
Selasa, 03/09/2019 - 03:27:22 WIB
SIGAPNEWS.CO.ID, Surakarta - Perang perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Cina benar-benar memengaruhi produksi perangkat Huawei Technologies. Sebab Google mengonfirmasi ponsel flagship Huawei yang akan datang tidak akan memiliki lisensi aplikasi Google.

Raksasa teknologi China itu diperkirakan merilis Mate 30 Pro pada bulan depan. Jadi peluncuran pertama perusahaan setelah masuk daftar hitam AS dan dilarang berbisnis dengan partner negara itu.

"Huawei tidak dapat bertahan di luar China tanpa aplikasi dan layanan Google," kata Analis Industri Seluler di Moor Insights & Strategy, Anshel Sag, sebagaimana dilansir dari StraitsTimes di Surakarta, Senin (2/9/2019).

Beberapa kali, Trump mengisyaratkan akan meringankan sanksi terhadap Huawei, menimbulkan ketidakpastian boleh atau tidaknya perusahaan China itu bisa bekerja sama dengan pemasok chip dan perangkat lunak AS. Kini, Google mengatakan, aplikasi berlisensi tak akan hadir di perangkat Huawei berikutnya, seperti Mate 30 Pro.

Sag menambahkan, "Semua orang di luar negeri terbiasa menggunakan perangkat lunak dan layanan Google, bahkan pengguna iPhone. Jadi, Huawei akan mengalami kerugian besar jika tidak menawarkannya kepada pelanggan."

Hal itu tentu akan berdampak pada penjualan Mate 30 Pro di pasar luar negeri. Bloomber melaporkan pada Juni lalu, daftar hitam AS berpotensi mengakibatkan penurunan 40%-60% untuk penjualan luar negeri.

Di sisi lain, seorang Eksekutif Senior Huawei mengatakan, pemboikotan AS dapat membebani bisnis konsumennya sekitar 10 miliar dolar AS dalam pertumbuhan pendapatan, sedikit kurang dari perkiraan awal Pendirinya, Ren Zhengfei.

Ekosistem aplikasi jadi salah satu daya tarik utama Android, baik dari pihak pertama (Google) maupun pihak ketiga. Tanpa kemampuan menghubungkan perangkat ke YouTube, Chrome, Gmail, atau Google Maps milik Google, penawaran perangkat keras Huawei agaknya akan dihadapkan dengan tembok rintangan.

China merupakan pengecualian karena Huawei sudah beroperasi tanpa aplikasi Google di negara asalnya karena ketidakhadiran Google di sana. Huawei telah mengembangkan toko aplikasi seluler dan layanan tambahannya sendiri. Pasar China juga sangat berbeda karena dominasi WeChat.(*)

Liputan: Maman Sugiri
Editor   : Robinsar Siburian





Berita Lainnya :
 
  • Sekdako Pekanbaru Lantik 271 Pejabat Eselon III dan IV
  • Serka Heri Irpanda Sitorus Babinsa Sungai Ambang Bersama Lurah, LPM dan RW 01 Semprot Disinfektan
  • Pemko Pekanbaru akan Tuntaskan Sertifikasi Aset Tanah dan Bagikan Sertifikat Program PTSL Tahun 2019
  • Wako Pekanbaru Kunjungi Kantor Berita Satu Media Holdings Ekspose
  • KIT Resmi Masuk Kawasan Industri Strategis Nasional
  • Konsulat India Tertarik Investasi di Kawasan Industri Tenayan Pekanbaru
  • Pemko Pekanbaru Bahas Bank Wakaf Bersama Syeikh Hamed Muhammad dari Arab Saudi
  • Covid-19, Riau Dapat Bantuan 8.500 APD dan 4.800 Rapid Test
  • Covid-19 di Indonesia Kini 2.738 Kasus, Bertambah 247, Berhasil Sembuh 204 orang
  •  
     
     
     
     
     
     
    Polri dan Mitra Litas Daerah  
    -Mitra Polri   Provinsi Riau Utama
    -Polda Riau -Polresta Pekanbaru -Polres Inhil -Kota Pekanbaru -Kab. Inhil -Nasional -Pendidikan
      -Polres Dumai -Polres Rohul -Kota Dumai -Kab. Rohul -Politik -Hiburan
      -Polres Kampar -Polres Rohil -Kab. Kampar -Kab. Rohil -Ekonomi -Pertanian
      -Polres Bengkalis -Polres Kuansing -Kab. Bengkalis -Kab. Kuansing -Hukrim -Advertorial
      -Polres Pelalawan -Polres Siak -Kab. Pelalawan -Kab. Siak -Sosial -Lensa Foto
      -Polres Inhu -Polres Meranti -Kab. Inhu -Kab. Meranti -Budaya -Foto
    About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
    Copyright © 2015-2017 PT. MEDIA SIGAP INDONESIA, All Rights Reserved