| | | | | | | | |
| | | | | | | |
 
BPJS Kesehatan

DPR Usul Skema Khusus Bayar Peserta BPJS Kesehatan Risiko Tinggi


Sigapnews | Kesehatan
Kamis, 01/08/2019 - 04:31:04 WIB
Nova Riyanti Yusuf, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa DKI Jakarta memberi pemaparan dalam acara Diskusi Ruang Tengan dengan tema Tragedi Bunuh Diri, Penyebab dan Efek Viral di Media Sosial, Jakarta, 28 Juli 2017.(Foto: Sigapnews
TERKAIT:
SIGAPNEWS.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat, Nova Riyanti usul pemerintah merancang skema khusus untuk membayar jaminan perawatan peserta BPJS Kesehatan yang mengidap penyakit berisiko tinggi atau katastropik. Usulan ini merupakan respons atas kelanjutan dari kasus-kasus sebelumnya yang menimpa peserta BPJS Kesehatan.

Semisal, adanya kebijakan penghapusan sejumlah daftar obat untuk penyakit berbiaya besar. “Skemanya peserta bayar iuran, tapi dari awal (beberapa persen dari uang iuran masyarakat) disisihkan untuk katastropik,” kata Nova di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu petang, 31 Juli 2019. 

Menurut Nova, sejumlah negara telah menerapkan pembiayaan jaminan khusus untuk penyakit katastropik. Ia mencontohkan Meksiko. Berdasarkan risetnya, Meksiko mempunyai pos dana abadi khusus bagi masyarakat yang mengidap penyakit berisiko tinggi ini.

Ia mengabsen negara lain seperti Korea Selatan. Nova mengatakan Negeri Gingseng itu telah menambahkan biaya iuran sebesar 5 persen yang akan dialokasikan untuk perawatan penyakit katastropik.

Menurut dia, skema khusus ini penting. Musababnya, orang dengan penyakit berisiko tinggi umumnya mesti dirawat secara insentif dengan pendanaan yang besar. Sejatinya, ujar dia, Indonesia tak mesti menduplikasi skema khusus dari Meksiko dan Korea Selatan dengan sama persis. 

“Kita lakukan yang simple-simple saja.  Misalnya naikin iuran, salah satu tujuannya  untuk itu (penyakit katastropik) misalnya,” tuturnya. 

Dia berpendapat, pemerintah bisa menyisihkan 5-10 persen dana dari uang iuran jaminan kesehatan BPJS Kesehatan. Dana itu nantinya dialokasikan khusus bagi pembiayaan penyandang penyakit berisiko tinggi. (*)

Liputan: Brian
Editor  : Robinsar Siburian





Berita Lainnya :
 
  • Budayakan Bahasa, Di Lhokseumawe Setiap Jumat Wajib Berbahasa Aceh
  • Kejati Jatim Tunggu Juknis Kejagung Soal Hukuman Kebiri Kimia
  • Terkait Kasus Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya, 5 TNI Diskors
  • KJRI di Penang dan Pemprov Sumut Upayakan Pemulangan TKI yang Telantar
  • Luas Karhutla Sumsel Capai 1.675 Hektare
  • Anggota Legislatif Aceh: Dari 731 kursi Terpilih 83 Perempuan
  • Pascapembajakan KM Mina Sejati, Keberadaan 23 ABK Masih Misterius
  • Air Terjun 86 Inhil, Destinasi Wisata yang Cukup Menakjubkan
  • Kejuaraan Dunia Badminton, Hendra Tak Nyangka Rebut Gelar Ketiga
  •  
     
     
     
     
     
     
    Polri dan Mitra Litas Daerah  
    -Mitra Polri   Provinsi Riau Utama
    -Polda Riau -Polresta Pekanbaru -Polres Inhil -Kota Pekanbaru -Kab. Inhil -Nasional -Pendidikan
      -Polres Dumai -Polres Rohul -Kota Dumai -Kab. Rohul -Politik -Hiburan
      -Polres Kampar -Polres Rohil -Kab. Kampar -Kab. Rohil -Ekonomi -Pertanian
      -Polres Bengkalis -Polres Kuansing -Kab. Bengkalis -Kab. Kuansing -Hukrim -Advertorial
      -Polres Pelalawan -Polres Siak -Kab. Pelalawan -Kab. Siak -Sosial -Lensa Foto
      -Polres Inhu -Polres Meranti -Kab. Inhu -Kab. Meranti -Budaya -Foto
    About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
    Copyright © 2015-2017 PT. MEDIA SIGAP INDONESIA, All Rights Reserved