| | | | | | | | |
| | | | | | | |
 

Tim Gabungan Polres Rohul, Tangkap Pemunuh Biduan Dan Di Beri Hadiah Timah Panas


Hz | Kriminal
Rabu, 30/10/2019 - 21:45:09 WIB
Tim Gabungan Polres Rohul,  Tangkap Pemunuh Biduan Dan Di Beri Hadiah Timah Panas


Rokan Hulu – Tim gabungan Kepolisian Resor (Polres) Rokan Hulu (Rohul) menangkap pelaku pembunuhan Saudara YL (35) Warga mahato yang Mayat Korban di temukan dikandang ayam, Kamis (24/10/2019) di desa Bangun Purba  Barat kecamatan Bangun Purba Kabupaten Rokan Hulu. 

Tim gabungan Polres Rohul berhasil menangkap pelaku saat berada di desa mondang kemango kecamatan Tambusai, Rabu (30/10/2019) Sekitar jam 10.00 Wib. 


‎Hasil olah TKP dilakukan Tim Gabungan Polres Rohul , YL Seorang Biduan merupakan korban pembunuhan, ada beberapa luka seperti bekas benda tumpul di tubuh korban.


‎Dari TKP, polisi mengamankan barang bukti berupa tiga pecahan batako, sandal korban, sisa makanan, pecahan botol, tas serta pakaian korban, dan lainnya.


‎Sedangkan barang korban, seperti sepeda motor Honda BeAT warna hitam tanpa Nopol, handphone lengkap dengan charger‎, uang Rp 90 ribu dalam tas korban dibawa kabur oleh pelaku‎.


Hal itu diungkapkan Kapolres Rohul AKBP Dasmin Ginting S.IK, saat Konferensi Pers di Mapolres, Rabu siang (30/10/2019), didampingi Waka Polres Rohul Kompol Willy Kartamanah, Kasat Reskrim Polres Rohul‎ AKP Aslely Farida Turnip‎, Kapolsek Rambah IPTU Simatupang, Paur Humas Polres Rohul IPDA Feri Fadli, dan sejumlah perwira.


Kapolres Rohul mengatakan tersangka inisial Sr alias Lidin alias Rudi (25 tahun) petani asal‎ Desa Gunung Manaon Kecamatan Batang Lubuh Sutam, Kabupaten adang Lawas (Palas), Sumatera Utara‎, ditangkap berkat keras tim gabungan dari Jatanras Polda Riau, Opsnal Polres Rohul, Polsek Rambah, dan Bhabinkamtibmas.


Pelaku Sr alias Lidin alias Rudi ditangkap tim gabungan dari sebuah rumah di Dusun Sungai Mondang, Desa Mondang Kumango, Kecamatan Tambusai pada Rabu (30/10/2019) sekira pukul 10.00 WIB, setelah sebelumnya polisi menyisir sejumlah lokasi yang diindikasi sebagai tempat pelariann pelaku, termasuk di daerah Palas, Sumut.


Dalam proses penangkapan pelaku Sr sempat melakukan perlawanan dan berupaya melarikan diri, sehingga dengan terpaksa polisi melumpuhkan kaki kanan pelaku dengan timah panas.


"Dengan terpaksa dan terukur harus kita lakukan tindakan tegas berupa tembakan yang mengarah ke kaki bersangkutan untuk tujuan melumpuhkan," ungkap AKBP Dasmin saat Konferensi Pers di Mapolres Rohul, Rabu.


Motif pembunuhan dilakukan pelaku sendiri, ungkap Kapolres Rohul merupakan motif asmara. Pelaku tega menghabisi Yuli karena korban tidak bersedia diajak menikah, meski korban dan pelaku‎ masing-masing sudah berkeluarga.


"Motif dari pelaku ini adalah sebenarnya motif asmara‎, jadi pelaku ini menuntut korban untuk segera dinikahi, karena tidak kesepakatan sehingga korban dipukul atau dianiaya si pelaku," jelasnya.


Pasca menghabisi nyawa korban Yuli menggunakan batako dan pecahan kaca, pelaku Sr membawa kabur Honda BeAt warna hitam tanpa Nopol milik korban‎, jam tangan, handphone beserta charger, uang Rp90 ribu dalam tas yang sudah habis dipakai pelaku selama pelarian.


Akibat perbuatannya menghabisi nyawa biduan orgen tunggal asal Desa Mahato tersebut, tersangka Sr terancam dikenakan Pasal 338 KUHP jo 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan kematian, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.


Kapolres Rohul menambahkan, korban Yuli dan pelaku Sr awalnya berkenalan di media sosial (Medsos) Facebook sekira tiga bulan lalu. Pada Rabu (23/10/2019), keduanya bertemu di pondok di tengah kebun warga Desa Bangun Purba Barat.


Namun pada Kamis (24/10/2019) menjadi pertemuan terakhir bagi keduanya. Berawal cekcok mulut, pelaku tega mencekik dan menganiaya korban di dapur pondok pakai batako dan botol hingga pecah.


Korban yang sekarat diseret ke dalam kandang ayam yang tidak jauh lokasinya dari pondok. Dalam kandang ayam, pelaku kembali menganiaya pakai batako hingga korban meninggal dunia.


‎Sementara, pelaku Sr yang memiliki dua anak ini mengaku menghabisi Yuli karena sakit hati, sebab korban diajaknya menikah namun tidak mau, dan harus menunggu 1 tahun karena korban punya suami.


Sr mengaku ia telah mengenal korban Yuli sekira tiga bulan terakhir melalui Facebook. Meski baru pertama kali bertemu, Sr mengaku ia dan korban sempat dua kali berhubungan intim, sebelum akhirnya menghabisi nyawa biduan orgen tunggal tersebut.





Berita Lainnya :
 
  • Jalan Tempat Kelahiran Tuan Guru Syekh Abdul Wahab Rokan Rusak Parah
  • Wabub Kuansing H.Halim Beri Bantuan Ambulance Untuk Masyrakat Beringin Jaya
  • Anggota DPRD Sarolangun Jambi Sambangi Setwan DPRD Kuansing
  • Prodi ilmu hukum uniks mengadakan Kuliah umum Dengan ahli hukum laut
  • Digagas pengambangan Objek Wisata Air Panas Sungai Pinang
  • Pemprov Riau Terima Penghargaan WTP 2018
  • Pj Sekdaprov Riau Lepas Kontingen Porwil Sumatera ke-X
  • Gubri Terima Kunjungan Delegasi Pemerintah Kerajaan Bhutan
  • Gubri Buka Rakerda DPD REI XII Riau 2019
  •  
     
     
     
     
     
     
    Polri dan Mitra Litas Daerah  
    -Mitra Polri   Provinsi Riau Utama
    -Polda Riau -Polresta Pekanbaru -Polres Inhil -Kota Pekanbaru -Kab. Inhil -Nasional -Pendidikan
      -Polres Dumai -Polres Rohul -Kota Dumai -Kab. Rohul -Politik -Hiburan
      -Polres Kampar -Polres Rohil -Kab. Kampar -Kab. Rohil -Ekonomi -Pertanian
      -Polres Bengkalis -Polres Kuansing -Kab. Bengkalis -Kab. Kuansing -Hukrim -Advertorial
      -Polres Pelalawan -Polres Siak -Kab. Pelalawan -Kab. Siak -Sosial -Lensa Foto
      -Polres Inhu -Polres Meranti -Kab. Inhu -Kab. Meranti -Budaya -Foto
    About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
    Copyright © 2015-2017 PT. MEDIA SIGAP INDONESIA, All Rights Reserved