IGAPNEWS.CO.ID | Jakarta - Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah, menyatakan tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan komposisi majelis hakim untuk sidang tersangka korupsi e-KTP"> IGAPNEWS.CO.ID | Jakarta - Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah, menyatakan tak ada yang" />
| | | | | | | | |
| | | | | | | |
 

Febri Diansyah: KPK Tak Khawatir dengan Komposisi Hakim yang Menyidangkan Setya Novanto


Piter/Nunik Prakosa | Korupsi
Kamis, 07/12/2017 - 22:40:50 WIB
Tersangka Setya Novanto diwawancarai awak media usai menjalani pemeriksaan, di gedung KPK, Jakarta, 6 Desember 2017. Dengan lengkapnya berkas perkara Setya Novanto, tak lama lagi ia akan segera menjalani persidangan. (Foto: Sigapnews/Piter)
TERKAIT:
SIGAPNEWS.CO.ID | Jakarta - Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah, menyatakan tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan komposisi majelis hakim untuk sidang tersangka korupsi e-KTP, Setya Novanto.

Febri berujar KPK percaya majelis hakim yang ditunjuk oleh pengadilan negeri akan mengadili secara independen.

"Akan kami buktikan seluruh perbuatan yang diduga dilakukan oleh SN dan juga pihak-pihak lain yang terkait dalam proses dakwaan dan proses persidangan nanti," kata Febri di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 7 Desember 2017.

Febri melanjutkan, KPK menghormati pengadilan dengan komposisi majelis hakim yang baru. KPK, menurut Febri, akan datang dalam sidang perdana Setya yang direncanakan digelar pada Rabu, 13 Desember 2017.

Salah satu pegawai Bagian Hubungan Masyarakat Pengadilan Tipikor Jakarta, Ibnu Basuki Widodo, mengutarakan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta telah menetapkan nama-nama hakim yang akan memimpin persidangan Setya mendatang.

Mereka adalah Yanto (hakim ketua), Frangki Tambuwun, Emilia Djajasubagia, Anwar, dan Ansyori Syarifudin. Sedangkan panitera pengganti adalah Roma Siallagan.

Yanto selaku hakim ketua merupakan Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Ia pernah menjabat Ketua Pengadilan Negeri Denpasar.

Sebelumnya, KPK telah menjerat Setya atas dugaan korupsi e-KTP yang merugikan negara Rp 2,3 triliun. Namun, Setya berhasil lolos lantaran hakim tunggal Cepi Iskandar mengabulkan gugatan praperadilan Setya. Status tersangka Setya otomatis gugur.

Namun, KPK tak berhenti di situ. Setya Novanto kembali ditetapkan sebagai tersangka dan resmi ditahan selama 20 hari, dari 19 November 2017 hingga 6 Desember 2017.

Sidang pada Rabu pekan depan itulah yang akan mengusut kembali peran Setya dalam kasus korupsi e-KTP.(*)





Berita Lainnya :
 
  • Polres Inhil Praktek Lapangan Pam TPS
  • Banjir di Kampar Telan Tiga Nyawa
  • Bupati rohul Resmi Membuka Gerai Pelayanan Publik Di Kecamatan Rambah Hilir
  • Bupati rohul Resmi Membuka Gerai Pelayanan Publik Di Kecamatan Rambah Hilir
  • Tingkatkan Nilai Kearifan Lokal, Forum Keserasian Rimbo Tarok Gelar Diskusi Tematik
  • Program e-Warung Jadi Rujukan, Pemkab Muara Enim Belajar ke Pemko Padang
  • Keterbukaan Informasi Publik Agar Masyarakat Dapat Awasi Kinerja Pemerintahan
  • Purwadi Menang Telak di Pilkades Rantau Sakti
  • Wartawan Mitra Kerja Aparat Humas Pemerintah dalam Sebarluaskan Informasi
  •  
     
     
     
     
     
     
    Polri dan Mitra Litas Daerah  
    -Mitra Polri   Provinsi Riau Utama
    -Polda Riau -Polresta Pekanbaru -Polres Inhil -Kota Pekanbaru -Kab. Inhil -Nasional -Pendidikan
      -Polres Dumai -Polres Rohul -Kota Dumai -Kab. Rohul -Politik -Hiburan
      -Polres Kampar -Polres Rohil -Kab. Kampar -Kab. Rohil -Ekonomi -Pertanian
      -Polres Bengkalis -Polres Kuansing -Kab. Bengkalis -Kab. Kuansing -Hukrim -Advertorial
      -Polres Pelalawan -Polres Siak -Kab. Pelalawan -Kab. Siak -Sosial -Lensa Foto
      -Polres Inhu -Polres Meranti -Kab. Inhu -Kab. Meranti -Budaya -Foto
    About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
    Copyright © 2015-2017 PT. MEDIA SIGAP INDONESIA, All Rights Reserved