| | | | | | | | |
| | | | | | | |
 
Kasus Djoko Tjandra

KPK Ekspose Kasus Djoko Soegiarto Tjandra Bersama Polri Ingin Dapatkan Gambaran Utuh


Sigapnews.co.id | Korupsi
Jumat, 11/09/2020 - 15:09:32 WIB
SIGAPNEWS.CO.ID, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ingin mendapatkan gambaran utuh dari kasus Djoko Soegiarto Tjandra (DST) dan kawan-kawan dalam gelar perkara atau ekspose dengan Bareskrim Polri di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (11/9/2020).

"Kami tadi dalam rangka koordinasi dan supervisi ingin memastikan jangan sampai satu perkara yang besar dilihat per bagian-bagian atau per kelompok-kelompok atau kluster. Kita ingin melihat Djoko Tjandra menyuap jaksa, menyuap pejabat Kepolisian, ini tujuannya apa," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata usai gelar perkara tersebut.

Ia menyatakan lembaganya tidak ingin melihat kasus Djoko Tjandra yang ditangani Bareskrim Polri dan Kejaksaan Agung (Kejagung) itu berdiri sendiri-sendiri.

"Itu garis tujuan besarnya yang ingin kami gambarkan, kami tidak ingin melihat perkara itu berdiri sendiri-sendiri, seolah-olah Djoko Tjandra menyuap polisi berbeda dengan perbuatan dia menyuap pejabat di Kejaksaan. Ini sebetulnya tujuan dari koordinasi dan supervisi yang dilakukan KPK," ujar Alex.

Dalam gelar perkara itu, lanjut dia, Bareskrim Polri menyampaikan soal penanganan kasus Djoko Tjandra berkaitan dengan penghapusan "red notice" Djoko Tjandra dan juga menghilangkan status Daftar Pencarian Orang (DPO) Djoko Tjandra.

"Itu yang ditangani Direktorat Tindak Pidana Korupsi di Bareskrim. Jadi, belum menyentuh apakah tujuah penghapusan itu. Apakah nanti akan mengarah kepada upaya-upaya untuk pengajuan PK (peninjauan kembali) dan seterusnya," kata dia.

Setelah dengan Bareskrim Polri, KPK hari ini juga mengundang Kejaksaan Agung untuk gelar perkara kasus Djoko dan kawan-kawan tersebut.

"Kami berharap gambaran utuhnya nanti siang, kami akan mengundang Jampidsus. Apakah ada keterkaitan perkara yang ditangani oleh Bareskrim dengan Kejaksaan," ucap Alex.

Dalam kasus pengurusan pencabutan "red notice" Djoko Tjandra, Bareskrim Polri menetapkan empat tersangka, yakni Djoko Tjandra, pengusaha Tommy Sumardi, Irjen Pol Napoleon Bonaparte, dan Brigjen Pol Prasetijo Utomo.(*)

Liputan: Piter
Editor  : Robinsar Siburian.





Berita Lainnya :
 
  • PT Philips Batam Akan Gelar Swab Test Karyawannya Besok (Minggu, 27/9/2020)
  • Covid-19 di Batam Bertambah 13 Pasien Baru, Berikut Riwayatnya...
  • BMKG! Perairan Sumbar Hari Ini, Pukul 07.00 - 19.00 WIB Gelombang Tinggi
  • Sebelum Febri Berhenti, Sudah Puluhan Pegawai KPK Mundur
  • Hasil Swab Sekda Bener Meriah dan Istri Terkonfirmasi Positif Covid-19
  • Jalan Tol Pekanbaru - Dumai Hari Ini Sudah Dibuka Untuk Umum Dengan Tarif Gratis
  • Agen Kapal Batam Menjerit, Penumpang Pelabuhan Domestik Sekupang Menurun
  • Andre Korban Begal Jerambah Bolong Jambi di Tikam Sebelas Kali, Tubuh Disabet Samurai
  • H. Bakri Ketua Koalisi Haris-Sani Pilgub Jambi, Jika Semua Bergerak, Selesai Sudah
  •  
     
     
     
     
     
     
    Polri dan Mitra Litas Daerah  
    -Mitra Polri   Provinsi Riau Utama
    -Polda Riau -Polresta Pekanbaru -Polres Inhil -Kota Pekanbaru -Kab. Inhil -Nasional -Pendidikan
      -Polres Dumai -Polres Rohul -Kota Dumai -Kab. Rohul -Politik -Hiburan
      -Polres Kampar -Polres Rohil -Kab. Kampar -Kab. Rohil -Ekonomi -Pertanian
      -Polres Bengkalis -Polres Kuansing -Kab. Bengkalis -Kab. Kuansing -Hukrim -Advertorial
      -Polres Pelalawan -Polres Siak -Kab. Pelalawan -Kab. Siak -Sosial -Lensa Foto
      -Polres Inhu -Polres Meranti -Kab. Inhu -Kab. Meranti -Budaya -Foto
    About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
    Copyright © 2015-2017 PT. MEDIA SIGAP INDONESIA, All Rights Reserved