SIGAPNEWS.CO.ID, ROHUL - Sebagian masyarakat Rokan Hulu (Rohul) menilai penegakan peraturan daerah ( perda) yang dilakukan oleh satuan polisi pamong praja (Satpol PP) terkesan tebang pilih, hal ini sesuai dengan penertiba"> SIGAPNEWS.CO.ID, ROHUL - Sebagian masyarakat Rokan Hulu (Rohul) menilai penegakan peraturan daerah ( perda) yang dilakukan oleh sat" />
| | | | | | | | |
| | | | | | | |
 

Jeger: Satpol PP Rohul Tebang Pilih Dalam Berantas Pekat


H87 | Rokan Hulu
Senin, 06/07/2020 - 15:13:31 WIB
SIGAPNEWS.CO.ID, ROHUL - Sebagian masyarakat Rokan Hulu (Rohul) menilai penegakan peraturan daerah ( perda) yang dilakukan oleh satuan polisi pamong praja (Satpol PP) terkesan tebang pilih, hal ini sesuai dengan penertiban tempat hiburan malam atau kafe remang – remang dan termasuk pakter tuak terutama diseputaran kota Pasir Pengaraian.

Salah seorang pedagang tuak, Jeger Senin 6 Juli 2020 saat dikonfirmasi mengungkapkan bahwa penegakan peraturan daerah yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja Rokan Hulu dalam melaksanakan tugasnya untuk menertibkan tempat hiburan malam dan pakter tuak dilakukan tidak merata alias terkesan adanya tebang pilih,

Kepada awak media ini disampaikannya usai satpol Rohul menyambangi pakter tuaknya yang berada di desa Tanjung belit kecamatan Rambah, yang ditutup beberapa waktu lalu,

Tindakan yang dilakukan oleh satpol PP Rohul tersebut menurutnya tidak merata dirazia , karena yang menjual tuak bukan dirinya saja tetapi masih banyak lagi masyarakat lainnya yang menjual seperti dibelakang pasar senin yang tidak jauh dari kantor satpol PP itu sendiri, km 4 jalan lingkar dan termasuk di km 6 tali air tidak dirazia ” Keluhnya.

Lanjutnya,Bahkan sebagian pedagang pakter tuak juga menyediakan musik dan wanita penghibur, sementara saya hanya khusus menjual tuak dan tidak menyediakan musik maupun wanita penghibur seperti yang dilaporkan bahkan jauh dari lokasi pemukiman masyarakat,pungkasnya,

Seharusnya penagakan peraturan daerah yang dilakukan satpol PP haruslah merata , jika hal yang sama dilakukan kepada penjual tuak lainnya tentu saya tidak merasa keberatan dalam penegakan perda di rokan hulu ” Ucapnya,

Menjual tuak sebagai langkah terakhir saya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, kalau saya jual narkoba dan juga merampok tentu akan berurusan dengan hukum dan ujung – ujungnya penjara, tapi ketika hanya menjual tuak itupun harus tutup tentu saya kecewa kepada pemerintah terutama satpol PP dalam menegakkan Perda itu sendiri ” Sebutnya.






Berita Lainnya :
 
  • Kejari Rohul Kembalikan DD Bonai Anggran Tahun 2018 Pembangunan Box Culvert Yang Tidak Dilaksanakan
  • Bupati Harris Terima Kunjungan Anggota DPD RI, Paparkan kawasan Techno Park Pelalawan
  • Wabup Inhil Lantik Pj Kades Bolak Raya
  • Mursini hadiri Sidang Paripurna Penyampaian Pendapat Akhir Terhadap Ranperda LPJ Tahun 2019
  • Hari Pertama MTQ Tingkat Kabupaten Kuansing Digelar
  • Sambut Baik Kehadiran JMSI, Ketua LSF Ajak JMSI Ikut Dalam Kampanye Program Sensor Mandiri
  • Agus Sudibyo Sebut Wartawan, Profesi Yang Tidak Bisa Berhenti Saat Pandemi
  • KI Riau Visitasi ke Diskominfopers Inhil
  • Terima Kunker Anggota DPD RI, Bupati Wardan Minta Perhatikan Kondisi Pembangunan Inhil
  •  
     
     
     
     
     
     
    Polri dan Mitra Litas Daerah  
    -Mitra Polri   Provinsi Riau Utama
    -Polda Riau -Polresta Pekanbaru -Polres Inhil -Kota Pekanbaru -Kab. Inhil -Nasional -Pendidikan
      -Polres Dumai -Polres Rohul -Kota Dumai -Kab. Rohul -Politik -Hiburan
      -Polres Kampar -Polres Rohil -Kab. Kampar -Kab. Rohil -Ekonomi -Pertanian
      -Polres Bengkalis -Polres Kuansing -Kab. Bengkalis -Kab. Kuansing -Hukrim -Advertorial
      -Polres Pelalawan -Polres Siak -Kab. Pelalawan -Kab. Siak -Sosial -Lensa Foto
      -Polres Inhu -Polres Meranti -Kab. Inhu -Kab. Meranti -Budaya -Foto
    About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
    Copyright © 2015-2017 PT. MEDIA SIGAP INDONESIA, All Rights Reserved