| | | | | | | | |
| | | | | | | |
 

Ketua LSM PKPP : Dugaan Mark Up Lahan Kantor Bupati Rohil 9 Tahun Masih Puldata di Kejati, Ada Apa?


Simbolon | Rokan Hilir
Rabu, 22/03/2017 - 11:05:00 WIB
Sigapnews.co.id | Pekanbaru - Dugaaan Mark up (pengelembungan) harga pembelian lahan perkantoran Bupati Rokan Hilir dari tahun 2008 sampai 2017 sudah berumur hampir 9 tahun.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau dalam surat balasan kepada pimpinan redaksi media sigapnews.co.id melalui Asisten Intelijen Drs Muhammad Naim mengatakan masih dalam pengumpulan data (Puldata).

Yefrizal, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemantau Kinerja Pelayanan Publik (PKPP) merasa heran kenapa selama hampir 9 tahun kasus dugaan mark up lahan perkantoran Bupati Rohil masih Puldata.

"Apakah personil Kejati Riau yang kurang atau begitu sulitnya menyelesaikan kasus mark up ini?", tanya Yefrizal.

"Kami berharap semua instansi penegak hukum seperti Inspektorat khususnya Inspektorat Rohil, Polres Rohil bersinergi dengan Kejati Riau supaya ada kepastian hukum dalam kasus ini," papar Yefrizal.

Carut marut lahan perkantoran hingga bangunan kantor Bupati Rohil ini memang selalu bermasalah dengan hukum.

"Kami (PKPP,red) akan terus memantau perkembangan kasus dugaan mark up lahan serta bangunan kantor Bupati Rohil ini sampai ke Kejagung serta KPK" ujar Yefrizal

Sebelumnya, Bupati Rokan Hilir Suyatno Amp dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi terkait dugaan penyalahgunaan wewenang dan mark up (penggelembungan) harga pengadaan lahan perkantoran di Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, senilai Rp20,8 miliar pada tahun 2008. 

Dalam laporan tersebut, sejumlah pejabat Pemkab Rohil pada 2008, termasuk Bupati Rohil Suyatno yang saat itu menjabat Wakil Bupati Rohil, disebut-sebut terlibat dalam dugaan penyalahgunaan wewenang dan mark up yang berpotensi mengakibatkan kerugian negara belasan miliar rupiah

Dalam Berita Acara Negosiasi Pembebasan Lahan Perkantoran, Sarana, dan Prasarana di Kecamatan Bangko, Kabupaten Rohil, yang terjadi pada tahun 2008 itu, disebutkan lahan yang dibebaskan seluas 270.740,45 meter persegi.

Dalam salah satu bagian laporan tersebut tertera nama Suyatno, saat ini Bupati Rohil, sebagai Ketua Panitia Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum Kabupaten Rohil. Padahal, saat itu Suyatno juga menjabat Wakil Bupati Rohil.

Selain ditandatangani oleh Suyatno dan Darmawan, Berita Acara Negosiasi itu juga diteken oleh sederet pejabat saat itu. Ada Asisten Tata Praja, Kadis Perkebunan, Kadis Pertanian, Kadis Kimpraswil, Kabag Hukum dan Organisasi, Camat Bangko, dan Penghulu Labuan Tangga Besar. Anehnya, nama Kepala Badan Pertanahan ada tertera di dalam Berita Acara Negosiasi, tapi tidak ikut membubuhkan tanda tangan.

Sebulan kemudian, 9 Desember 2008 Nazaruddin, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pembebasan lahan itu membikin Berita Acara Pembayaran Ganti Rugi Tanah bernomor: 50/BAGR-PL/TP/2008. Darmawan disebut telah berhak mendapat pembayaran ganti rugi lahan 100 persen. Ini berarti Darmawan menerima duit Rp5,144 miliar.

Tapi di Nota Pencairan Dana Nomor: 100/TP/2008, duit untuk pembebasan lahan di Kecamatan Bangko itu justru Rp20,8 miliar. Akumulasi pencairan Rp4,4783 miliar dan pencairan saat itu Rp12,155 miliar. Nota pencairan itu ditandatangani oleh Nazaruddin dan Sekda Rohil yang saat itu dijabat oleh Asrul. 

Kondisi Kantor Bupati Rohil Memprihatinkan

Kantor Bupati Rohil saat ini sangat memprihatinkan. Banggunan delapan tingkat ini menelan dana lebih dari Rp100 miliar. Gedung baru namun bangunan sudah terlihat keretakan di sana sini. 

Gedung Kantor Bupati itu letaknya di Kota Bagansiapaiapi Ibukota Rohil, terpaut 200 km arah utara dari Pekanbaru. Bangunan megah ini merupakan proyek mercusuar yang dilaksanakan Annas Maamun Gubernur Riau yang kini menjadi tahanan kasus suap oleh KPK. 

Annas mambangun gedung itu ketika masih menjabat Bupati Rohil. Dia juga selalu membanggakan atas bangunan kantor bupati tersebut.

Kantor Bupati Rohil yang baru ini, bergaya arsitektur ala Eropa. Gedung berlantai 8 itu bercat putih dengan dipucuk bangunan terlihat ada bangunan kubah. Sekilas dari kejauhan kita akan terperangah melihat kemegahan gedung tersebut.

Namun bila mendekat, maka dengan mudah menyaksikan kondisi gedung yang memprihatinkan. Gedung dengan tiang-tiang menjulang tinggi itu, banyak ditemukan keretakan disana sini. Banyak profil bangunan dari lantai 1 hingga lantai 8 terlihat runtuh.

Kondisi yang sama juga terlihat pada bangunan teras yang terlihat sudah tak menyatu dengan bangunan utama. Bangunan teras sudah retak dan nyaris rubuh.






Berita Lainnya :
 
  • Pasca Mengikuti Konversi HMI (MPO), 4 Kader Ini S14P Kembangkan HMI (MPO) Di Tanah Seribu Suluk.
  • Pjs Bupati Rohul Hadiri Kegiatan Pemekalan Bagi Penyuluh Agama Islam Non PNS
  • Rohul : Kasus Baru Terkonfirmasi 13 Orang
  • Rohul : Kasus Baru Terkonfirmasi Nol : Pasien Sembuh 10 Orang
  • Update Corona Rohul : Pasien Sembuh Bertambah 3 Orang
  • Rohul, Kasus Terkonfirmasi Covid 19 Bertambah
  • Pjs Bupati Rohul , Masa Covid-19 Zakat Dibagikan Pada Penghasilan Menengah Dan Pengangguran
  • Kurva Kasus Covid - 19 Meningkat
  •  
     
     
     
     
     
     
    Polri dan Mitra Litas Daerah  
    -Mitra Polri   Provinsi Riau Utama
    -Polda Riau -Polresta Pekanbaru -Polres Inhil -Kota Pekanbaru -Kab. Inhil -Nasional -Pendidikan
      -Polres Dumai -Polres Rohul -Kota Dumai -Kab. Rohul -Politik -Hiburan
      -Polres Kampar -Polres Rohil -Kab. Kampar -Kab. Rohil -Ekonomi -Pertanian
      -Polres Bengkalis -Polres Kuansing -Kab. Bengkalis -Kab. Kuansing -Hukrim -Advertorial
      -Polres Pelalawan -Polres Siak -Kab. Pelalawan -Kab. Siak -Sosial -Lensa Foto
      -Polres Inhu -Polres Meranti -Kab. Inhu -Kab. Meranti -Budaya -Foto
    About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
    Copyright © 2015-2017 PT. MEDIA SIGAP INDONESIA, All Rights Reserved