| | | | | | | | |
| | | | | | | |
 
Pilkada Serentak 2018

JMSARS Ajak Masyarakat Untuk Tidak Pilih Calon Kepala Daerah yang Bermasalah


Defri Andi | Nasional
Selasa, 09/01/2018 - 23:02:56 WIB
Sigapnews.co.id | Pekanbaru - Jejaring Masyarakat Sipil Antikorupsi Regional Sumatera (JMSARS) mengajak memperhatikan rekam jejak calon kepala daerah dan tidak memilih calon kepala daerah yang bermasalah.

Hal itu disampaikan dalam pernyataan sikap deklarasi sumatera JMSARS, Selasa (9/1/18). Lima item calon kepala daerah yang tidak layak dipilih adalah:

1. Terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam perusakan lingkungan hidup, sumber daya alam serta perampasan hak-hak masyarakat dan menerima bantuan dana dari korporasi perusak lingkungan.

2. Terlibat kasus korupsi yang telah divonis berkekuatan hukum tetap atau yang sedang menjalani proses hukum, serta menjadi pembela koruptor dan terlibat dalam upaya-upaya melemahkan pemberantasan korupsi.

3. Teridentifikasi sebagai pelaku pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan seksual.

4. Tidak berkomitmen dalam rangka Transparansi di belbagai sektor terutama di sektor lingkungan hidup dan sumber daya alam, Pelayanan Publik, serta Penegakan Hukum.

5. Terindentifikasi melakukan tindakan money politics, black campaign, dan tindakan lain yang dilarang berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Perwakilan Fitrah Riau, Taufik menjelaskan ditahun 2018 ini merupakan tahun politik. Ada 171 Provinsi dan Kabupaten/Kota akan melakukan pemilihan kepala daerah secara serentak. Persaingan antar calon terjadi sangat tajam.

Tentu saja pemilih rasional akan memastikan calon kepala daerah yang hendak mereka pilih adalah orang yang memiliki komitmen yang kuat untuk membangun daerah dan mengutamakan kepentingan masyarakat banyak.

Calon yang diajukan koalisi partai politik dan/atau gabungan partai politik cenderung memiliki “janji kepentingan” yang hendak dipenuhi apabila terpilih, sementara janji terhadap masyarakat pemilih kerap diabaikan.

Belajar dari pemilihan kepala daerah yang telah lalu, kata Taufik, calon yang diajukan partai politik dan/atau gabungan partai politik seringkali adalah kandidat yang memiliki rekam jejak yang tidak baik, bahkan cenderung bermasalah.

Disebut bermasalah karena terdapat calon yang terlibat perusakan lingkungan hidup dan sumber daya alam serta perampasan hak-hak masyarakat secara langsung atau tidak langsung.

Keterlibatan langsung dalam perusakan lingkungan dan sumber daya alam itu. Misalnya, dilakukan oleh calon yang berasal dari pebisnis yang memiliki perusahaan perusak lingkungan dan sumber daya alam.

Sedangkan calon yang terlibat tidak langsung adalah terhadap kandidat yang mendapatkan dukungan keuangan, pernah terlibat memberikan izin terkait perusakan lingkungan dan/atau sumber daya alam, dan segala sesuatu yang terkait kerusakan lingkungan hidup.

Calon bermasalah lainnya adalah calon yang terlibat dengan kasus korupsi, baik yang telah divonis dan menjalankan hukuman serta terlibat dalam upaya-upaya pelemahan pemberantasan korupsi.

“Untuk menghindari terpilihnya orang-orang yang memiliki rekam jejak buruk tersebut, maka sedari awal masyarakat sebagai orang yang memiliki hak pilih harus lebih hati-hati, dan mampu menjadi pemilih yang rasional, dengan memperhatikan rekam jejak dari calon-calon yang diusung oleh partai politik dan/atau gabungan partai politik sebagai calon kepala daerah. Sehingga harapan untuk menghasilkan demokrasi yang “shahih” dapat tercapai dengan baik,” sampainya.

Dalam Deklarasi Sumatera JMSARS, tergabung, Perempuan, Perkumpulan Integritas, YCMM, Bhakti UBAH, Mata Aceh, Warsi Jambi, Jikalahari Riau, Gerak Aceh, Sangat Sumut, Gebrak UNP, Pekumpulan QBar, Luhak UMSB, LBH Padang, Fitrah Sumsel, LBH Pers Padang, AJI Padang, BEM KM Unand, Suara Kampus UIN IB, Kapsi UNP, Transparansi Internasional Indonesia dan Pusako FH Unan.***(rls)






Berita Lainnya :
 
  • Satres Narkoba Tangkap 2 Pengedar Ganja di Desa Kualu
  • 228 Personel Polda Riau Lakukan Pelanggaran Gaktibplin
  • Raih WTP Lima Kali Berturut-turut, Sumbar Dapat Penghargaan dan Dana Insentif Pembangunan
  • Resmi Jadi Tuan Rumah, Gubernur Sumbar Terima Bendera MTQ XXVIII di Medan
  • Kabupaten Meranti Pemkab Termuda di Riau, Capai Maturitas SPIP Level Tiga
  • Karo Ops Polda Riau Hadiri Kegiatan Gerakan Melindungi Hak Pilih
  • Belum Sempat Transaksi Sabu-Sabu, Polsek Ujung Batu Cepat Mengamankan Tersangka.
  • Bawaslu Akan Panggil Kepala Daerah yang Deklarasi Dukung Jokowi
  •  
     
     
     
     
     
     
    Polri dan Mitra Litas Daerah  
    -Mitra Polri   Provinsi Riau Utama
    -Polda Riau -Polresta Pekanbaru -Polres Inhil -Kota Pekanbaru -Kab. Inhil -Nasional -Pendidikan
      -Polres Dumai -Polres Rohul -Kota Dumai -Kab. Rohul -Politik -Hiburan
      -Polres Kampar -Polres Rohil -Kab. Kampar -Kab. Rohil -Ekonomi -Pertanian
      -Polres Bengkalis -Polres Kuansing -Kab. Bengkalis -Kab. Kuansing -Hukrim -Advertorial
      -Polres Pelalawan -Polres Siak -Kab. Pelalawan -Kab. Siak -Sosial -Lensa Foto
      -Polres Inhu -Polres Meranti -Kab. Inhu -Kab. Meranti -Budaya -Foto
    About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
    Copyright © 2015-2017 PT. MEDIA SIGAP INDONESIA, All Rights Reserved