"> " />
| | | | | | | | |
| | | | | | | |
 
NIK Ganjil-Genap

Bintan Akan Terapkan Sistem "Ganjil-Genap" NIK Cegah COVID-19


Sigapnews.co.id | Nasional
Jumat, 29/05/2020 - 19:11:44 WIB
Aktivitas belanja di salah satu swalayan Kota Tanjungpinang masih normal, meski ada satu warga yang positif Covid-19, Rabu (18-03-2020). (Foto: Sigapnews.co.id/Ist).
TERKAIT:
SIGAPNEWS.CO.ID, Tanjungpinang - Pemerintah Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau akan menerapkan sistem "ganjil-genap" dari ujung pada Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk mencegah penularan COVID-19 di swalayan dan pasar.

Bupati Bintan Apri Sujadi, di Bintan, Jumat, mengatakan, regulasi dalam penerapan "ganjil-genap" berlaku untuk masyarakat yang ingin berbelanja. Kebijakan itu diberlakukan untuk mengatur anggota masyarakat yang berbelanja di swalayan dan di pasar.

Pengaturan konsumen di swalayan dan pasar dibutuhkan untuk mencegah pengerumunan orang.

Penerapan sistem "ganjil-genap" seperti pemilik NIK yang ujungnya angka ganjil hanya dapat berbelanja pada Senin, Rabu dan Jumat. Sementara pemilik NIK yang ujungnya berangka genap dapat berbelanja pada Minggu, Selasa, Kamis dan Sabtu.

"Ini sebagai wujud dari penerapan jaga jarak antarorang di ruang publik," ujarnya.

Apri akan menempatkan petugas Satpol PP dan unsur dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di pasar dan swalayan. Mereka akan mengawasi pelaksanaan ketentuan tersebut.

Pengusaha yang tidak mengindahkan ketentuan itu akan dikenakan sanksi. Sanksi yang diberikan yakni penutupan sementara usaha sampai pengusaha menaati ketentuan itu. Masyarakat diharapkan mendukung program tersebut.

"Kami menyadari tidak semua kebijakan yang kami laksanakan ini didukung oleh seluruh elemen masyarakat, kemungkinan ada yang protes dan lain-lain. Tetapi yakinlah, apa yang kami lakukan ini untuk kepentingan masyarakat," katanya.

Di swalayan, pertokoan dan kedai kopi juga diwajibkan disediakan tempat mencuci tangan dan sabun. Pengusaha juga wajib memberi masker dan sarung tangan untuk digunakan oleh karyawannya.

Pengusaha swalayan dan pertokoan juga berhak tidak melayani konsumen yang tidak menggunakan masker.

"Pengusaha yang tidak menerapkan ketentuan itu juga akan dikenakan sanksi berupa penutupan tempat usahanya. Mereka akan membuat surat pernyataan bersedia menerapkan protokol kesehatan," tuturnya.(*)

Liputan: Cory Hsb
Editor  : Robinsar Siburian.





Berita Lainnya :
 
  • Agung Nugroho: Proses PAW Anggota DPRD Riau Fraksi Demokrat Dibahas Ditingkat Fraksi dan Partai Dulu
  • Jeger: Satpol PP Rohul Tebang Pilih Dalam Berantas Pekat
  • Pasca Lomba Jala Mania, Ribuan Wisatawan Lokal Kunjungi Tanjung Perasaan
  • Ini Peran Organisasi Kewartawanan saat Wartawan Dimintai Keterangan oleh Polisi
  • Forum CSR di Bengkalis Aktif Kembali, Mendorong Sinergisitas Masyarakat dan Perusahaan
  • Ketum JMSI Teguh Santosa Soroti Praktik Jurnalisme Menggunakan Combative Lens
  • LBH Brata Jaya Riau bersama Polri dan TNI Ikut Berjibaku Padamkan Bibit Bara Api di Pelalawan
  • Bertemu Pangdam I/BB Mayjen TNI Irwansyah, Plh. Bupati Bengkalis Bustami Siap Bersinergi
  • Komperensi Jemput Aspirasi Masyarakat Kenegerian Sentajo Raya
  •  
     
     
     
     
     
     
    Polri dan Mitra Litas Daerah  
    -Mitra Polri   Provinsi Riau Utama
    -Polda Riau -Polresta Pekanbaru -Polres Inhil -Kota Pekanbaru -Kab. Inhil -Nasional -Pendidikan
      -Polres Dumai -Polres Rohul -Kota Dumai -Kab. Rohul -Politik -Hiburan
      -Polres Kampar -Polres Rohil -Kab. Kampar -Kab. Rohil -Ekonomi -Pertanian
      -Polres Bengkalis -Polres Kuansing -Kab. Bengkalis -Kab. Kuansing -Hukrim -Advertorial
      -Polres Pelalawan -Polres Siak -Kab. Pelalawan -Kab. Siak -Sosial -Lensa Foto
      -Polres Inhu -Polres Meranti -Kab. Inhu -Kab. Meranti -Budaya -Foto
    About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
    Copyright © 2015-2017 PT. MEDIA SIGAP INDONESIA, All Rights Reserved