| | | | | | | | |
| | | | | | | |
 
Masyarakat Diminta Tidak Panik

Di Depok, Wakapolri Sampaikan Soal Virus Corona


Ary Okta Maulana | Nasional
Jumat, 13/03/2020 - 15:23:42 WIB
SIGAPNEWS.CO.ID | DEPOK - Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono menegaskan agar masyarakat tidak terpolarisasi terkait berbagai isu yang hadir. Terlebih lagi jika isu itu masih disangsikan kebenarannya.

"Hoaks itu merusak, kufur nikmat. Sebab Tuhan telah memberikan Indonesia nikmat berbentuk rasa aman. Kalau kita tidak aman, kita tidak bisa beribadah. Seperti contoh saudara-saudara kita di Afganistan, di Timur Tengah. Mereka cemas apabila melaksanakan ibadah sebab hoaks jadi akar masalah yang kemudian merusak bangunan kebangsaan negara-negara tersebut," tegas Wakapolri usai menyampaikan Tausiah Kamtibmas Wakapolri  di Masjid jami Al Aula Pondok Pesantren Al Karimiyah, Sawangan, Depok, Jumat (13/03/2020).

Wakapolri melanjutkan contoh paling mutakhir belakangan ini yaitu hoaks terkait virus Corona di masyarakat.

"Jangan jadikan meluasnya wabah virus corona untuk memperuncing dan melebarkan polarisasi sosial. Tetapi sebaliknya, mari mengambil hikmah untuk menjadikannya sebagai sarana persatuan bangsa. Ini adalah tanggungjawab kita bersama untuk melakukan langkah pencegahan dan penanggulangan. Masyarakat juga jangan panik," terang Wakapolri.

"Tanamkan pola hidup sehat. Terus berolah raga dan jangan lupa untuk berdoa kepada Allah SWT. Corona sebenarnya juga membawa hikmat yaitu mempersatukan bangsa-bangsa di dunia, termasuk di Indonesia," lanjut Wakapolri.

Selain itu, Wakapolri juga mengingatkan, agar seluruh elemen masyarakat khususnya di Kota Depok yang tak lama lagi akan memiliki hajatan demokrasi.
 
"Depok akan melaksanakan pilkada. Jangan sampai pilkada membelah masyarakat, jangan sampai terjadi konflik. Ikuti mekanismenya. Kita laksanakan hajatan demokrasi dengan suasana aman, damai dan sejuk," kata Wakapolri.

Untuk itu, Wakapolri meminta agar masyarakat ikut mewujudkan salah satu dari tujuh program prioritas Kapolri yaitu pemantapan harkamtibnas (Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat-red).

"Mari bergandengan tangan bersama. Mulai dari pemerintah, stakeholder, masyarakat, para ulama, kyai, pemuka agama dan habaib serta seluruh umat. Dilandasi oleh nilai agama, kemanusiaan dan tentu ketaqwaan terhadap Allah SWT. Polisi tidak bisa sendirian untuk mengamankan negara. Maka itu, ulama dan umaroh adalah kekuatan NKRI. Kalau bersatu maka semua permasalahan selesai," pungkas Wakapolri.





Berita Lainnya :
 
  • Langgar Aturan Protokol Kesehatan, Bawaslu Bungo Bubarkan Kampanye Cek Endra Cagub Jambi
  • Pemko Medan Pasang Manhole di Kawasan Kota, Pengamat Perkotaan: Perlu 'Police Line'
  • Pemko Medan Punya Waktu 24 Hari Soal Gugatan Citizen Law Suit Lapangan Merdeka
  • HK Kampanye Dialogis Bersama Masyarakat Inuman
  • Pengamat: Biaya Pilkada sangat Besar, Cukong Berpeluang Biayai Cakada
  • Gubri: Meleset dari Jadwal, Alat PCR Bantuan BNPB Tak Kunjung Tiba
  • H Ervan: Pengadaan Laboratorium Biomolekuler Covid-19 Jangan Hanya Sekadar Wacana
  • Ruslan Sorot PAD Retribusi Sampah dan Pungli di Masyarakat
  • DPRD Pekanbaru, Rabu di Jadwalkan Ketuk Palu APBD Perubahan 2020
  •  
     
     
     
     
     
     
    Polri dan Mitra Litas Daerah  
    -Mitra Polri   Provinsi Riau Utama
    -Polda Riau -Polresta Pekanbaru -Polres Inhil -Kota Pekanbaru -Kab. Inhil -Nasional -Pendidikan
      -Polres Dumai -Polres Rohul -Kota Dumai -Kab. Rohul -Politik -Hiburan
      -Polres Kampar -Polres Rohil -Kab. Kampar -Kab. Rohil -Ekonomi -Pertanian
      -Polres Bengkalis -Polres Kuansing -Kab. Bengkalis -Kab. Kuansing -Hukrim -Advertorial
      -Polres Pelalawan -Polres Siak -Kab. Pelalawan -Kab. Siak -Sosial -Lensa Foto
      -Polres Inhu -Polres Meranti -Kab. Inhu -Kab. Meranti -Budaya -Foto
    About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
    Copyright © 2015-2017 PT. MEDIA SIGAP INDONESIA, All Rights Reserved