| | | | | | | | |
| | | | | | | |
 
Kasus Papua

Terkait Kasus Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya, 5 TNI Diskors


Sigapnews | Nasional
Senin, 26/08/2019 - 04:19:41 WIB
Sejumlah polisi menggunakan perisai mendobrak dan menjebol pintu pagar Asrama Papua Surabaya di Jalan Kalasan, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (17/8/2019). (Foto: Sigapnews.co.id/Istimewa).
TERKAIT:
SIGAPNEWS.CO.ID, SURABAYA - Kodam V/Brawijaya memberikan skorsing kepada lima anggotanya atas peristiwa pengepungan asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya, Jawa Timur, pekan lalu. 

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) V/Brawijaya Letkol Arm Imam Hariyadi mengatakan, lima anggotanya yang dijatuhi skorsing, salah satunya adalah Danramil 0831/02 Tambaksari Mayor Inf N.H Irianto. 

"Skorsing itu namanya pemberhentian sementara, sifatnya temporer. Walaupun sebenarnya itu merupakan sanksi juga ya, jadi hak-hak dia dikurangi juga," kata Imam, Minggu (25/8/2019) malam.

Menurut dia, skrosing itu diberikan untuk memudahkan Pomdam V/Brawijaya dalam melakukan penyidikan. 

Ia menyayangkan tindakan oknum anggota TNI tersebut yang diduga telah melakukan prlanggaran disiplin. 

Seorang prajurit teritorial, sambung dia, seharusnya bisa menjaga sikap di lapangan. 

"Terkait dengan anggota saya, mereka pada saat di lapangan kenapa bisa menampilkan sikap-sikap seperti itu (melontarkan ujaran rasial)," ujar dia. 

"Seharusnya, seorang prajurit teritorial, tampilan mereka di lapangan seharusnya menampilkan komunikasi sosial. Tidak emosional, walaupun situasinya seperti itu (memanas)," tutur Imam. 

Ia menjelaskan, penyidikan yang dilakukan Pomdam V/Brawijaya terus berjalan. 

Selain itu, Pomdam juga melengkapi berkas-beekas perkara sehingga kasus tersebut bisa segera dibawa ke persidangan. 

Mengenai sanksi yang akan dijatuhkan nanti, akan diputuskan melalui persidangan di peradilan militer. 

"Begitu persidangan nanti kan ada putusan. Nanti hasil putusan itulah yang nanti (menentukan hukuman). Dasarnya adalah hasil penyidikan saat ini," terang Imam. 

Selain Danramil Tambaksari Mayor Inf NH Irianto, Imam tidak menjelaskan secara rinci siapa saja 4 anggota TNI lainnya yang diduga ikut melontarkan makian kepada mahasiswa asal Papua tersebut. 

Namun, ia memastikan semua yang ada di lapangan sudah diambil keterangannya. 

"Saya kurang tahu. Nanti yang lain juga akan didalami apakah hanya saksi atau diduga ikut terlibat (melontarkan kata-kata rasis), yang jelas kalau saya lihat ada satu kelihatan emosi," kata Imam. (*)

Liputan: Maman Sugiri
Editor   : Robinsar Siburian





Berita Lainnya :
 
  • Keluarga Besar Pemuda Pancasila Berduka Atas Kepergian Ibunda Ketum PP Japto, Dolly Zegerius
  • Kejari Kuansing Tahan Tersangka Korupsi DD Desa Sako
  • Dikabarkan, Dr. H. Ferryandi, ST. MM. MT Defenitif Jadi Ketua DPRD Inhil
  • Bupati Resmikan Pasar Pekan Selasa Desa Puo Raya
  • Pelaku Karhutla, Kapolsek Kemuning: Jika Terbukti Tidak Ada Ampun
  • Daman Huri Lubis Terpilih Jadi Ketua KSPT, Melalui RAT LB
  • Mantap, Atlet Catur Berbakat Asal Meranti Ramaikan Kontingen Riau Di Ajang POMNas Dijakarta
  • SELARAS Menanti DPRD Riau yang Bisa Mengawal Kebijakan Pemda untuk Perbaikan Pembangunan
  • Terdengar Karhutla, Kapolsek Kemuning Turun Langsung Berjibaku Padamkan Api
  •  
     
     
     
     
     
     
    Polri dan Mitra Litas Daerah  
    -Mitra Polri   Provinsi Riau Utama
    -Polda Riau -Polresta Pekanbaru -Polres Inhil -Kota Pekanbaru -Kab. Inhil -Nasional -Pendidikan
      -Polres Dumai -Polres Rohul -Kota Dumai -Kab. Rohul -Politik -Hiburan
      -Polres Kampar -Polres Rohil -Kab. Kampar -Kab. Rohil -Ekonomi -Pertanian
      -Polres Bengkalis -Polres Kuansing -Kab. Bengkalis -Kab. Kuansing -Hukrim -Advertorial
      -Polres Pelalawan -Polres Siak -Kab. Pelalawan -Kab. Siak -Sosial -Lensa Foto
      -Polres Inhu -Polres Meranti -Kab. Inhu -Kab. Meranti -Budaya -Foto
    About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
    Copyright © 2015-2017 PT. MEDIA SIGAP INDONESIA, All Rights Reserved