| | | | | | | | |
| | | | | | | |
 
Karhutla Riau

Menteri LHK, Panglima TNI, Kapolri dan BNPB Tinjau Karhutla di Pelalawan


Sigapnews | Nasional
Selasa, 13/08/2019 - 20:31:10 WIB
SIGAPNEWS.CO.ID, PEKANBARU - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya mengungkapkan fakta mengejutkan terkait kepemilikan lahan di kawasan Taman Nasional Teso Nilo (TNTN) Pelalawan.

Menurut keterangan Siti Nurbaya di lokasi ada petani kecil yang menguasai lahan 3 hektare namun ada juga mafia tanah yang memiliki lahan hingga 3 ribu hektare.

"Memang aspek paling utama disana adalah penegakan hukum, kita sudah punya petanya siapa yang punya 3 hektare siapa yang punya 3 ribu hektare. Kemarin sore Pak Kapolri mempertegas, tentang langkah-langkah penegakan hukumnya," kata Nurbaya usai meninjau kebakaran hutan dan lahan di wilayah Langgam Pelalawan, Selasa (13/8/2019).

"Kita akan selesaikan bersama-sama dengan aparat dan para aktifis lingkungan yang memahami wilayah TNTN,"imbuhnya.

Nurbaya mengungkapkan, kebakaran lahan di kawasan TNTN terus meluas.
Bahkan hingga saat ini api yang melalap kawasan ini masih belum bisa dipadamkan.

"Tadi kita melakukan peninjauan dari udara di wilayah Pelalawan, kita terbang diatas teso nilo, cukup parah kebakaran lahannya, bahkan sudah masuk ke bagian tengah," ujarnya.

Pihaknya mengaku sudah melakukan kajian dan mempelajari kawasan TNTN ini sejak tahun 2016 lalu. Sejauh ini pihak kementrian LHK sudah menyiapkan beberapa skema untuk menyelamatkan kawasan TNTN ini. Baik dari penambahan maupun dari kebakaran lahan.

"Kita tau ada sekitar 8 ribuan kepala keluarga dikawasan TNTN ini yang harus ditata. Bersama Pak Gubernur nanti kita siapkan penyelesaianya," katanya.

Masih di sekitar kawasan TNTN, heli yang membawa rombongan ini terbang ke arah timur. Disana terlihat banyak koridor-koridor yang merata kebakaran lahannya. Bahkan jika dilihat dari udara terlihat jelas asapnya cukup banyak dan meluas.

"Kami menelusuri ke arah timur, kami lihat koridor-koridor di wilayah itu kebakaranya merata, asapnya juga cukup banyak, seluruhnya itu kebun sawit. Kita akan cek dan telusuri keberadaan kebun sawit ini apakah bermasalah. Prinsipnya dari sisi kekuatan hukum dan penegakkan serta penindasan hukum instrumennya sudah ada. Bisa administratif, perdana dan pidana," katanya.

Seperti diketahui, Rombongan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanatan (LHK), Siti Nurbaya bersama Kapolri, Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Letjen TNI Doni Munardo melakukan peninjauan kebakaran hutan dan lahan di tiga daerah di Riau. Yakni di Pelalawan, Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir.

Di tiga daerah ini masih terjadi kebakaran hutan dan lahan. Seperti di wilayah Teso Nilo dan Langgam Kabupaten Pelalawan, kemudian di Kempas Jaya Kecamatan Gaung, Inhil kemudian di Desa Pulau Gelang Kuala Cenaku Inhu.

"Dari hasil pantuan udara memang di tiga daerah ini masih berasap, tadi rombongan Buk Menteri, Panglima TNI dan Kapolri bersama Pak Gubernur langsung memantau dari udara. Dari Pekanbaru menuju ke arah TNTN Langgam, kemudian di Inhu dan Inhil," kata Kepala Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger, Selasa (13/8/2019).

Setelah melakukan peninjauan kebakaran hutan dan lahan di tiga wilayah tersebut rombongan kembali ke Pekanbaru dan langsung terbang ke Jakarta sekitar pukul 13.00 WIB.

"Tadi Panglima meminta kepada seluruh masyarakat Riau dan dunia usaha agar jangan ada lagi yang membuka lahan dengan cara membakar. Karena kebakaran lahan merugikan banyak pihak," ujarnya.

Selain itu, lanjut Edwar, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto juga meminta kepada semua stake holder agar sama-sama menuntaskan persoalan kebakaran hutan dan lahan di Riau. Sebab untuk mengatasi kebakaran lahan tidak bisa hanya dilakukan pemerintah saja.

"Kedepan kita diminta untuk bersinergi menanggulangi Karhutla di Riau agar Riau bisa terbebas dari kabut asap," ujarnya.

Seperti diketahui, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau terus meluas. Dari Januari hingga Senin (12/8/2019), kebakaran hutan dan lahan di Riau setidaknya sudah menghanguskan lahan hingga mencapai 4.973 hektare.

Sejumlah lokasi yang saat ini masih terjadi Karhutla diantaranya ada di Rokan Hilir. Yaitu di Kepulauan Teluk Nilap Jaya, Kecamatan Kubu Babussalam seluas 20 ha, di Desa Lenggadai Hilir meluas hingga 1 ha, di Desa Sei Gajah Makmur 5 ha, di Kelurahan Cempedak Rahuk seluas 4 ha. Kemudian di Kabupaten Pelalawan, tepatnya di Kelurahan Kerinci Timur seluas 6 ha. Sedangkan di Bengkalis, karhutla terjadi di Desa Buruk Bakul 3,2 ha.

Di Siak, lahan terbakar terjadi di Desa Koto Ringin seluas 3 ha, jalan Dayun – Buton kilometer 3, Desa Dayun, belum diketahui luasnya. Begitu juga di kilometer 06 dan di Bundaran BOB PT BSP Kecamatan Dayun, serta Desa Koto Ringin masih terbakar dan belum diketahui luas lahannya.

Untuk di Kota Pekanbaru, lahan terbakar terjadi di beberapa lokasi yaitu di Jalan Asy Shofa Kelurahan Bandar Raya, seluas 0,06 ha. Di Kelurahan Simp Tiga 0,6 ha. Kelurahan Sri Meranti, 3 ha.

Kebakaran lahan juga masih membara di Kabupaten Indragiri Hulu, tepatnya di Desa Penyaguan, seluas 3 ha. Sementara di Kabupaten Kampar, lahan yang terbakar terjadi di Jalan Uka Desa Karya Indah seluas 0,5 ha.

"Petugas Satgas Karhutla terus melakukan upaya pemadaman dan pendinginan di sejumlah lokasi kebakaran yang saat ini masih terjadi di sejumlah lokasi," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger, Senin (12/8/2019).

Berdasarkan data dari BPBD Riau, hingga saat ini kebakaran hutan dan lahan yang paling luas masih terjadi di Kabupaten Bengkalis yaitu mencapai 1.545,28 ha. Lalu Rokan Hilir bertambah luas menjadi 1.048,45 ha, Siak 674,9 ha, Indragiri Hilir 563,85 ha, Dumai 310,75 ha, Kepulauan Meranti 252,7 ha, Pelalawan 212 ha, Kampar 138,78 ha, Indragiri Hulu 117 ha, Kota Pekanbaru 96,92 ha, Kuantan Singingi 5,1 ha, dan Rokan Hulu hanya 8,25 ha.(*)

Liputan: Brian
Editor  : Robinsar Siburian





Berita Lainnya :
 
  • Budayakan Bahasa, Di Lhokseumawe Setiap Jumat Wajib Berbahasa Aceh
  • Kejati Jatim Tunggu Juknis Kejagung Soal Hukuman Kebiri Kimia
  • Terkait Kasus Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya, 5 TNI Diskors
  • KJRI di Penang dan Pemprov Sumut Upayakan Pemulangan TKI yang Telantar
  • Luas Karhutla Sumsel Capai 1.675 Hektare
  • Anggota Legislatif Aceh: Dari 731 kursi Terpilih 83 Perempuan
  • Pascapembajakan KM Mina Sejati, Keberadaan 23 ABK Masih Misterius
  • Air Terjun 86 Inhil, Destinasi Wisata yang Cukup Menakjubkan
  • Kejuaraan Dunia Badminton, Hendra Tak Nyangka Rebut Gelar Ketiga
  •  
     
     
     
     
     
     
    Polri dan Mitra Litas Daerah  
    -Mitra Polri   Provinsi Riau Utama
    -Polda Riau -Polresta Pekanbaru -Polres Inhil -Kota Pekanbaru -Kab. Inhil -Nasional -Pendidikan
      -Polres Dumai -Polres Rohul -Kota Dumai -Kab. Rohul -Politik -Hiburan
      -Polres Kampar -Polres Rohil -Kab. Kampar -Kab. Rohil -Ekonomi -Pertanian
      -Polres Bengkalis -Polres Kuansing -Kab. Bengkalis -Kab. Kuansing -Hukrim -Advertorial
      -Polres Pelalawan -Polres Siak -Kab. Pelalawan -Kab. Siak -Sosial -Lensa Foto
      -Polres Inhu -Polres Meranti -Kab. Inhu -Kab. Meranti -Budaya -Foto
    About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
    Copyright © 2015-2017 PT. MEDIA SIGAP INDONESIA, All Rights Reserved