| | | | | | | | |
| | | | | | | |
Headlines News: 22:31 WIB - Pasca Mengikuti Konversi HMI (MPO), 4 Kader Ini S14P Kembangkan HMI (MPO) Di Tanah Seribu Suluk. | 16:09 WIB - Pjs Bupati Rohul Hadiri Kegiatan Pemekalan Bagi Penyuluh Agama Islam Non PNS | 17:30 WIB - Rohul : Kasus Baru Terkonfirmasi 13 Orang | 15:00 WIB - Rohul : Kasus Baru Terkonfirmasi Nol : Pasien Sembuh 10 Orang | 16:10 WIB - Update Corona Rohul : Pasien Sembuh Bertambah 3 Orang | 15:21 WIB - Rohul, Kasus Terkonfirmasi Covid 19 Bertambah
 
Moderasi Agama
Mengapa Islam Melarang Body Shaming?

Kamis, 23/07/2020 - 12:04:48 WIB
TERKAIT:
 
 
SIGAPNEWS.CO.ID, OPINI - 
Selain bullying, ada istilah yang belakangan ini marak di linimassa yaitu body shaming. Sebagian kita mungkin sudah mengerti apa itu body shaming? Atau jangan-jangan malah tanpa sadar menjadi pelakunya? 

Coba deh kamu cermati, ada grup lawak di TV yang memainkan body shaming  sebagai cara untuk mengundang tawa penonton. Mungkin di awal terasa lucu dan menimbulkan tawa lepas. Tapi, lama kelamaan bikin boring, bahkan jengkel karena seperti kekurangan bahan lelucon.

Tindakan mengejek atau berkomentar negative terhadap keadaan fisik atau tubuh seseorang memang sedang gencar di media sosial. Salah satu yang menyiksa pikiran bahkan yang menimbulkan tekanan batin adalah kasus body shaming ini. 

Meira Anastasia, seorang penulis skenario “Susah Sinyal” juga sempat terpuruk. Berbagai kometar miring menghujani dirinya. Tapi setelah mengalami masa-masa kritis itu, Meira mampu bangkit. Dia memutuskan berdamai dengan dirinya sendiri. Hingga dari situ dia malah terinspirasi menulis buku barunya yang berjudul “ Imperfect”. 

Body Shaming atau komentar negative tentang penampilan fisik seseorang bisa menyerang siapa saja. Tak tekecuali para remaja yang terpapar media sosial setiap hari bahkan orang dewasa. Tak jarang para warganet memberikan komentar negative terhadap bentuk tubuh para artis atau selebgram yang dijadikan sasaran body shaming. Prakteknya bisa disampaikan langsung atau lewat komentar. Kadang-kadang hanya menanggapi santai, seperti : “Ah elah, gitu aja baper bercanda kali, loe kurus banget, kayak pentol korek lagi jalan, kok loe item banget sih”.  

Lalu pertanyaannya bagaimana tanggapan Islam mengenai body shaming?. 
Dari Aisya RA berkata,” saya pernah berkata kepada Nabi Shalallohu Alaihi Wasallam, Shofia itu begini dan begitu” Rawi selain musaddak berkata”Aisya itu bermaksud mengatakan bahwa Shofia itu pendek”. Maka Nabi Shalallohu Alaihi Wasallam berkata:”Sungguh, kamu tealah mengatakan suatu kalimat, yang seandainya kalimat itu dicampur dengan air laut miscaya akan mengubah rasanya”. Tak hanya itu Rasulullah Salallohu Alaihi Wasallam juga pernah melarang keras para sahabat menertawakan betis Abdullah bin Mas’ud yang kecil. Padahal, mereka tidak mengatakannya apa-apa hanya menertawakan. “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangannya sungguh kedua betis itu lebih berat di timbangan daripada gunung uhud (HR Ahmad).

Dalam Islam mengomentari fisik orang lain dengan tujuan merendahkan dengan mengolok-olok sangatlah dilarang, bahkan Nabi Shalallohu Alaihi Wasallam selalu membela orang yang dilecehkan karena bentuk fisiknya. Jika seorang remaja telah menjadi korban body shaming, mengalami kekalutan dan terpuruk. Disinilah dibutuhkannya peran intim kedua oran tua, membangung kebiasaan, menjalin komunikasi yang baik bisa membantu anak terhindar dari perasaannya yang meghantuinya itu. 

Sayangnya tidak semua orang tua berperan demikian. Lebih mirisnya beberapa orang tua juga menjelekkan anaknya karena masalah fisik. Pandangan Islam jelas body shaming itu masuk kategori haram karena bisa merusak persaudaraan. Bukankah kita harus saling menghormati? Memang manusia di dunia ini tidak ada yang sama dari sisi penciptaan, minimal sidik jarinya beda. Orang yang mirip identik sekalipun, secara fisik tidak sama persis. Karenanya, Islam menekankan pentingnya kita menerima apapun “betuk” manusia sebagai sebuah realitas ciptaan Tuhan yang patut dihargai.
Allah dalam Al-Quran menjelaskan : “Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (QS: Al-Hujurat :13). Ayat tersebut menjelaskan bahwa manusia diciptakan berbeda-beda, bersuku bangsa, yang pastinya berbeda warna kulit, rambut, mata, hidung, dan bentuk tubuh. Atas keragaman itu, Tuhan meminta kepada kita untuk saling memahami, saling mengenal, dan tidak saling menghina.

Jean Lammont, seorang peneliti berteori, bahwa wanita yang merasa malu disebabkan tubuh mereka tidak ideal juga merasa malu dengan fungsi tubuh alami seperti menstruasi, berkeringat dan makan. Lamont juga melakukan survey terhadap 300 wanita muda. Dalam penelitiannya itu dia menemukan bahwa wanita yang  merasa sangat malu dengan tubuhnya mengalami infeksi paling sering, kondisi kesehatan mengalami penurunan dan mengalami lebih banyak gejala penyakit seperti diare dan sakit kepala. Rasa malunya itu menyebabkan kesehatan fisik menjadi buruk. 

Islam telah mengatur banyak mengenai body shaming ini dari A sampai Z. Bahkan Rasulullah Shalallohu Alaihi Wasallam pernah melarang Aisya melakukan body shaming. Sadarkah kita bahwa menghina kondisi fisik seseorang sama artinya kita menghina Sang Pencipta fisik tersebut? Adakah kesalahan yang lebih berat dari menggugat Sang Khalik? Di dalam hinaan tersebut, walaupun didalihkan hanya untuk bercanda, terselip suatu perasaan bahwa kita lebih sempurna dari orang yang kita hina. Perasaan sombong ini tentulah bukan hak manusia. 

Maraknya body shaming memang tidak bisa dibendung, keberadaan sosial media memperparahnya. Namun bukan berarti kita hanya pasrah menerimanya. Ini hanya soal menciptakan kebiasaan baik. Selanjutnya tergantung kita mau atau tidak mengubahnya. Tertawa lepas melalui body shaming mungkin bagi sebagian orang menjadi kepuasan diri. Tapi mesti diingat, bahwa perbuatan itu bisa membuat orang lain minder dan sakit hati. Jauhi body shaming karena itu pada akhirnya akan membuat kamu menyesal jika korban tidak mau memaafkannya. Jadilah pribadi tawadhu dan bijaksana.


Nama : Melati Julia Roikhani
Jurusan : Ekonomi Syariah UIN SUSKA Riau
Kegiatan KKN DR Plus Moderasi Agama



Opini Lainnya :
 
  • Memori Kecil Isdianto Hingga Menjadi Gubernur Kepri
  • Mengapa Islam Melarang Body Shaming?
  • Rela Tak Bertemu Keluarga Demi Merawat Pasien COVID-19
  • Mafia Alkes di Pandemi COVID-19 Indonesia
  • Menapaki Perayaan Pesta Demokrasi di Indonesia
  • Pencapaian Visi Jangka Panjang Riau 2025
  • Peristiwa penting dalam sejarah Islam yang terjadi di bulan Rajab
  • Kenapa Sih Rupiah Melemah?
  • Benarkah Inflasi Riau Stabil
  •  
     
     
     
     
     
     
    Polri dan Mitra Litas Daerah  
    -Mitra Polri   Provinsi Riau Utama
    -Polda Riau -Polresta Pekanbaru -Polres Inhil -Kota Pekanbaru -Kab. Inhil -Nasional -Pendidikan
      -Polres Dumai -Polres Rohul -Kota Dumai -Kab. Rohul -Politik -Hiburan
      -Polres Kampar -Polres Rohil -Kab. Kampar -Kab. Rohil -Ekonomi -Pertanian
      -Polres Bengkalis -Polres Kuansing -Kab. Bengkalis -Kab. Kuansing -Hukrim -Advertorial
      -Polres Pelalawan -Polres Siak -Kab. Pelalawan -Kab. Siak -Sosial -Lensa Foto
      -Polres Inhu -Polres Meranti -Kab. Inhu -Kab. Meranti -Budaya -Foto
    About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
    Copyright © 2015-2017 PT. MEDIA SIGAP INDONESIA, All Rights Reserved