| | | | | | | | |
| | | | | | | |
Headlines News: 21:06 WIB - SELASA SIANG,MAHASISWA PENJAS UIR SIAP KEPUNG GEDUNG DPRD RIAU | 20:39 WIB - Aksi Unjuk Rasa Warnai Pelantikan Anggota DPRD Meranti | 18:45 WIB - Cegah ISPA, Mahmud Personel Polsek Kemuning Bagi-bagi Masker Kepada Masyarakat | 15:48 WIB - Proses Hukum Lahan Tuntutan Warga Desa Rantau Baru Pelalawan akan Menemui Titik Terang | 15:18 WIB - FJMR Gelar Dialog Publik Program 'Riau Pintar' bersama Pemprov dan Bank Riau Kepri | 12:19 WIB - MAN 1 Kuansing Mendapatkan Akreditasi B, Rini Susanti : Inilah Wajah MAN 1 Selama Ini
 
Kenapa Sih Rupiah Melemah?

Jumat, 08/03/2019 - 14:26:11 WIB
Berapa kurs rupiah hari ini? Apakah anda terkejut melihat angkanya?. Memang rupiah kita sekarang sedang mengalami rekor terbentuknya sejak 1998. Maka dari itu akhir-akhir ini muncul seribu pertanyaan di benak kita, apa sih penyebab rupiah kita melemah? Apakah itu salah pak Jokowi ataukah salah Si tukang bakso langganan kita yang akhir-akhir ini sering menaikkan harganya terus?

Secara garis besar faktor utamanya karena perbaikan ekonomi Amerika Serikat. Singkat cerita ekonomi Amerikat Serikat mengalami krisis  pada tahun 2008. Lalu semenjak itu Amerika Serikat memperbaiki ekonomi mereka dengan berbagai kebijakan, sehingga hasilnya sekarang dollar menguat. Kemudian akibat dollar yang menguat dan beberapa kebijakan Amerika Serikat membuat mata uang negara-negara lain tertekan dan akhirnya melemah. Salah satunya adalah rupiah kita. "Ya" duit yang biasa kita pakai untuk beli bakso.

Amerika memperbaiki ekonominya dengan sebuah paket kebijakan,yang bahasa ekonomi ribetnya adalah "Quantitative Easing", yang pendeknya adalah menyuntikkan dana stimulus untuk membangkitkan gairah ekonomi mereka dari terpaan krisis. Mereka  (Amerika,red) dalam tanda kutip memompa dollar terus-menerus yang kemudian digunakan sebagai stimulus ekonomi yang diharapkan dapat memutar ulang perekonomian mereka. Kemudian oleh para investor dananya banyak diinvestasikan ke negara-negara berkembang seperti ke Indonesia.

Setelah ekonomi Amerika Serikat membaik akibat stimulus tersebut, maka mereka pun mengeluarkan kembali kebijakan lanjutan bernama "Tapering off", yang mudahnya adalah memotong dana stimulus tersebut. Karna dana stimulus tersebut dipotong, banyak dari para investornya hengkang dan pulang ke Amerika lagi, membuat dollar jadi pulang kampung. Akibatnya jumlah dollar jadi sedikit dan nilainya pun makin berharga. Keadaan demikian menekan mata uang global khususnya bagi negara-negara berkembang termasuk Indonesia yang tadinya ngerasain dana stimulus dari para investor kemudian tiba-tiba jadi hilang. 

Lalu akibat dollar yang menguat, perekonomian global pun menjadi lesu. Selain itu juga seperti China yang perekonomiannya sedang melambat dan masih banyak faktor lainnya lagi menyebabkan komoditas ekspor andalan Indonesia seperti batu bara, kelapa sawit,dan karet menjadi sepi peminat. Apa akibatnya? Neraca perdagangan kita menjadi anjlok. Faktanya, sudah tiga tahun berturut-turut neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit, ekspor kita lesu sedangkan impor kita jalan melulu. Artinya, ya,  pelemahan ini disebabkan karena perbaikan ekonomi Amerika Serikat dan di kontribusikan oleh neraca perdagangan kita. Telah kita ketauhi tidak hanya di Indonesia saja yang mengalami pelemahan, tetapi juga melanda banyak negara. Bahkan, banyak yang lebih para dari Indonesia.

Lalu mengapa sih rupiah melemah lagi?. Waktu melihat berita tentang nilai tukar mata uang Indonesia terhadap dollar Amerika yang makin merosot, seribu pertanyaan pun muncul lagi di kepala kita, kenapa rupiah melemah lagi?. Dan apakah krisis ekonomi yang pernah terjadi akan terulang kembali?. Namun tenang saja, walau rupiah terlihat naik-naik ke puncak gunung, nyatanya sekarang dengan dulu itu berbeda banget. Singkatnya melemahnya rupiah waktu itu jauh lebih parah dari pada saat ini. Tapi bukan itu saja, bedanya juga bisa dilihat dari pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, sampai angka kemiskinan yang pada waktu itu jauh lebih tinggi. 

Lemahnya memang terlihat serupa, namun semua itu sungguh tak sama. Tapi ngomong-ngomong soal rupiah melemah lagi, kenapa sebenarnya ini bisa terjadi?

Mari kita bahas, jadi ceritanya Bank sentralnya Amerika yaitu The Fed sedang membuat kebijakan menaikkan suku bunga. Hasilnya itu membuat banyak para investor menarik uang di seluruh dunia dan memindahkan investasinya di Amerika. Menurut hukum permintaan dan penawaran, "semakin banyak yang minta, maka semakin tinggi pula harganya". Akibatnya, karena dollar Amerika yang menjadi mata uang untuk transaksi dunia,  efeknya pun berpengaruh kemana-mana. 

Dan bagi Indonesia, efek ini di perparah oleh Amerika dan China yang mengalami perang dagang, mengakibatkan nilai uang mereka melemah. Karena banyak barang ekspor Indonesia ke sana membuat keadaan menjadi merana. Namun, meski angkanya jadi rekor sepanjang masa, bisa di bilang Indonesia masih lebih baik dari banyak negara. Faktanya menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Suahasil Nazara mengatakan bahwa perekonomian Indonesia masih jauh lebih baik dibandingkan negara lain yang disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi yang sehat, terkendalinya inflasi, ruang moneter yang memadai dengan suku bunga dan cadangan devisa, serta terjaganya kepercayaan konsumen dan stabilitas politik.

Lalu siapa sih yang mengemban amanah menjaga rupiah kita? Ya, benar sekali, menjaga dan memelihara kestabilan nilai rupiah merupakan tujuan tunggal Bank Indonesia. Untuk memenuhi tujuannya, Bank Indonesia memiliki 3 pilar utama yaitu;  Pertama, menetapkan dan menjalankan kebijakan moneter, yang salah satunya diimplementasikan dengan menyelenggarakan dan mengarur peredaran uang serta mencegah terjadinya inflasi. Kedua, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran seperti melaksanakan dan memberikan izin atas penyelenggaraan sistem pembayaran. Ketiga, mengatur dan mengawasi bank yang  diimplementasikan dengan memberi dan mencabut izin kelembagaan dan kegiatan usaha tertentu di bank.

Namun, menjaga dan memelihara kestabilan nilai rupiah tidak serta merta hanya menjadi tugas Bank Indonesia dan pemerintah. Kita sebagai masyarakat juga bisa ikut andil dalam menjaga rupia. Berbelanja cerdas, mengurangi konsumsi produk impor serta tidak menimbun barang merupakan langkah kecil kita dalam menjaga nilai rupiah.

Penulis Melati Julia Roikhani Mahasiswi Ekonomi Syariah UIN Suska Riau



Opini Lainnya :
 
  • Menapaki Perayaan Pesta Demokrasi di Indonesia
  • Pencapaian Visi Jangka Panjang Riau 2025
  • Peristiwa penting dalam sejarah Islam yang terjadi di bulan Rajab
  • Kenapa Sih Rupiah Melemah?
  • Benarkah Inflasi Riau Stabil
  • “Go to Hell” Stigma Negatif PNS
  • Beda Media Massa dengan Media Penguasa
  • Sudah Kaya Kok Masih Korupsi?
  • Pentingnya Keberadaan POLRI Ditengah Masyarakat
  •  
     
     
     
     
     
     
    Polri dan Mitra Litas Daerah  
    -Mitra Polri   Provinsi Riau Utama
    -Polda Riau -Polresta Pekanbaru -Polres Inhil -Kota Pekanbaru -Kab. Inhil -Nasional -Pendidikan
      -Polres Dumai -Polres Rohul -Kota Dumai -Kab. Rohul -Politik -Hiburan
      -Polres Kampar -Polres Rohil -Kab. Kampar -Kab. Rohil -Ekonomi -Pertanian
      -Polres Bengkalis -Polres Kuansing -Kab. Bengkalis -Kab. Kuansing -Hukrim -Advertorial
      -Polres Pelalawan -Polres Siak -Kab. Pelalawan -Kab. Siak -Sosial -Lensa Foto
      -Polres Inhu -Polres Meranti -Kab. Inhu -Kab. Meranti -Budaya -Foto
    About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
    Copyright © 2015-2017 PT. MEDIA SIGAP INDONESIA, All Rights Reserved