| | | | | | | | |
| | | | | | | |
Headlines News: 21:06 WIB - SELASA SIANG,MAHASISWA PENJAS UIR SIAP KEPUNG GEDUNG DPRD RIAU | 20:39 WIB - Aksi Unjuk Rasa Warnai Pelantikan Anggota DPRD Meranti | 18:45 WIB - Cegah ISPA, Mahmud Personel Polsek Kemuning Bagi-bagi Masker Kepada Masyarakat | 15:48 WIB - Proses Hukum Lahan Tuntutan Warga Desa Rantau Baru Pelalawan akan Menemui Titik Terang | 15:18 WIB - FJMR Gelar Dialog Publik Program 'Riau Pintar' bersama Pemprov dan Bank Riau Kepri | 12:19 WIB - MAN 1 Kuansing Mendapatkan Akreditasi B, Rini Susanti : Inilah Wajah MAN 1 Selama Ini
 
“Go to Hell” Stigma Negatif PNS

Senin, 25/02/2019 - 20:25:57 WIB
SIGAPNEWS.CO.ID, Pekanbaru - Sudah jadi rahasia umum jika banyak Aparatur Sipil Negara (PNS/ASN) yang bekerja seenaknya. Masuk seenaknya, keluar seenaknya, istirahat seenaknya, pulang seenaknya. Bahkan, ada yang berpakaian seenaknya seolah tidak peduli dengan aturan yang berlaku.

Tapi kalau sudah soal gaji (pendapatan), jangan coba main-main. Terlambat bayar satu hari saja ributnya bisa kemana-mana. Apalagi kalau ada yang berani-berani “motong” walaupun hanya beberapa rupiah sahaja, bisa-bisa langsung berkasus dengan aparat berwajib. Hah, ribet juga ya berurusan dengan PNS nih!

Tapi tentu tidak semua PNS seperti itu. Cukup banyak juga PNS yang komit, punya tanggungjawab dan disiplin yang cukup baik. Terhadap mereka-mereka ini, kita mesti angkat tangan dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya.

Kenapa fenomena buruk yang jadi stigma negatif PNS ini bisa terjadi, bahkan hampir merata di seluruh negeri? Anda yang sedang membaca tulisan ini saya yakin bisa menjawabnya. Minimal mengira-ngira. Toh persoalan ini bukanlah persoalan satu dua hari. Tapi sudah bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun.

Apalagi kalau yang lagi baca ini adalah seorang PNS. Mungkin sedang senyum-senyum sendiri. Minimal menertawakan diri sendiri, karena kelakuan yang kadang tidak pada tempatnya. Hehehe... loh, kok saya ikut ketawa juga...

Tapi ingat, khusus untuk PNS (termasuk THL tentunya), terutama yang bekerja di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau, stigma-stigma negatif yang selama ini terlanjur melekat dengan PNS itu, secara bertahap akan DIHAPUS dari muka bumi Pemprov Riau.

Sebab, hal itu sudah menjadi salah satu komitmen Gubernur Riau dan Wakil Gubernur Riau yang baru.

Seperti diketahui, Drs H Syamsuar, M.Si selaku Gubernur Riau dan Brigjend TNI (Purn) H Edy Afrizal Natar Nasution, S.IP selaku Wakil Gubernur Riau periode 2019-2024 telah dilantik secara resmi oleh Presiden RI H Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta pada Rabu, 20 Februari 2019 lalu. 

Itu sebabnya, saat apel perdana hari ini, Senin, 25 Februari 2019, yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Riau yang baru, Brigjend TNI (Purn) H Edy Afrizal Natar Nasution, S.IP, penegakan masalah disiplin dan tunduk terhadap aturan yang berlaku, menjadi poin-poin penting dalam pidato yang disampaikan di hadapan ASN dan THL di lingkungan Pemprov Riau.

“Saya ingin kita satu persepsi. Selaku Wakil Gubernur, saya tidak membuat suatu pembaharuan. Tapi saya ingin menegakkan dan melaksanakan aturan yang memang sudah ditetapkan sebagaimana mestinya,” tegas mantan Danrem 031/Wirabima itu.

Ia lalu menguraikan satu persatu, mulai dari pentingnya mematuhi tertib apel pagi, berpakaian harus sesuai aturan, tidak sesuka hati menghabiskan waktu di kedai-kedai kopi pada jam-jam kerja, hingga pentingnya penghematan dalam penggunaan listrik di lingkungan kantor. Termasuk, pentingnya melaksanakan semua kegiatan secara tepat waktu (on time).

“Ini bahkan menjadi pesan khusus dari Bapak Gubernur kita, bahwa apapun kegiatan yang kita lakukan ke depan, harus tepat waktu,” tegasnya sembari mengingatkan agar setiap kegiatan yang dilakukan harus juga mempertimbangkan waktu yang pas.

Jangan sampai menetapkan waktu pada jam tertentu, tapi secara logika tidak mungkin dilaksanakan.

“Misalnya suatu kegiatan ditetapkan pelaksanaannya pukul 19.00 WIB, bahkan ada catatan 15 menit sebelumnya sudah harus hadir. Tapi akhirnya tetap juga dilaksanakan pukul 20.00 WIB karena orang ternyata baru hadir setelah salat isya. Kalau begitu, tetapkan saja acara dimulai pukul 20.00 WIB, karena itu lebih logis,” ujarnya memberi contoh.

Wagubri Edy juga berkali-kali menegaskan soal pertanggungjawaban dalam bekerja yang tidak saja kepada manusia, tapi juga secara vertikal, yakni kepada Allah SWT.

“Oleh karena itu, mari secara perlahan, berangsur-angsur kita ikuti dan kita laksanakan semua aturan yang ada sebagaimana mestinya,” imbuhnya mengajak seluruh pegawai.

Ya, insya Allah, jika komitmen itu datangnya dari atas, apalagi disertai dengan contoh dan teladan yang baik, apa yang diinginkan akan tercapai. Insya Allah Riau akan indah pada waktunya. Amien...YRA. Wallahu’alam.(*)

Penulis: Erisman Yahya, MH, Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfotik Provinsi Riau dan Sekretaris Komisi Informasi Provinsi Riau



Opini Lainnya :
 
  • Menapaki Perayaan Pesta Demokrasi di Indonesia
  • Pencapaian Visi Jangka Panjang Riau 2025
  • Peristiwa penting dalam sejarah Islam yang terjadi di bulan Rajab
  • Kenapa Sih Rupiah Melemah?
  • Benarkah Inflasi Riau Stabil
  • “Go to Hell” Stigma Negatif PNS
  • Beda Media Massa dengan Media Penguasa
  • Sudah Kaya Kok Masih Korupsi?
  • Pentingnya Keberadaan POLRI Ditengah Masyarakat
  •  
     
     
     
     
     
     
    Polri dan Mitra Litas Daerah  
    -Mitra Polri   Provinsi Riau Utama
    -Polda Riau -Polresta Pekanbaru -Polres Inhil -Kota Pekanbaru -Kab. Inhil -Nasional -Pendidikan
      -Polres Dumai -Polres Rohul -Kota Dumai -Kab. Rohul -Politik -Hiburan
      -Polres Kampar -Polres Rohil -Kab. Kampar -Kab. Rohil -Ekonomi -Pertanian
      -Polres Bengkalis -Polres Kuansing -Kab. Bengkalis -Kab. Kuansing -Hukrim -Advertorial
      -Polres Pelalawan -Polres Siak -Kab. Pelalawan -Kab. Siak -Sosial -Lensa Foto
      -Polres Inhu -Polres Meranti -Kab. Inhu -Kab. Meranti -Budaya -Foto
    About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
    Copyright © 2015-2017 PT. MEDIA SIGAP INDONESIA, All Rights Reserved