Naskah Proklamasi pun disusun di Rengasdengklok, tepatnya di rumah milik seorang Tionghoa, bernama Djiaw Kie Siong. Berjarak 81 Km dari Jakarta dan dianggap jauh dari jangkauan pengawasan tentara Jepang.

Rumah mungil nan terpencil inilah yang menjadi saksi bisu lahirnya semangat kemerdekaan oleh para kaum muda pada waktu itu.

Di rumah ini pula konon bendera sang saka Merah Putih pertama kali dikibarkan pada Kamis tanggal 16 Agustus 1945, sebagai pertanda semangat untuk proklamasi kemerdekaan Indonesia segera dimulai.
 
Kini  rumah mungil itu masih berdiri kokoh, sekokoh spirit sang proklamator yang memerdekakan republik ini sejak 72 tahun silam.

Terjaga utuh oleh sang cucu Djiaw Kie Siong, yakni Djiaw Kim Mong alias Yanto 68th. Dan dengan setianya Yanto melayani para pengunjung yang datang dari berbagai daerah, hanya untuk sekedar mencari tahu tentang sejarah apa yang pernah terjadi dengan rumah sang kakeknya dulu.(*)
">
| | | | | | | | |
| | | | | | | |
Headlines News: 22:23 WIB - Bupati Simeulue Aceh Resmikan Puskesmas Luan Balu | 20:22 WIB - Bupati Sukiman Serahkan SPT Pajak Dan Ajak Sukseskan Sensus Penduduk Secara Online | 14:55 WIB - Polsek Simeulue Timur Aceh Sambut Kunjungan TK Percontohan | 15:16 WIB - Legislator Effendi Sianipar Kwatir, Abrasi Pulau Terluar Riau terus Tergerus | 11:47 WIB - KPU Kuansing Rekrut Anggota PPS | 10:27 WIB - Polda Riau Ungkap Kasus Perdagangan Kulit Serta Organ Tubuh Harimau Sumatera
 
Naskah Proklamasi disusun di Rengasdengklok di rumah Djiaw Kie Siong, 16 Agustus 1945.

Dalam bayangan mereka, Soekarno-Hatta tak pernah menyangka akan memproklamirkan Kemerdekaan Republik Indonesia pada 72 tahun silam.

Momentum yang tercatat dalam sejarah sebagai peristiwa penculikan yang dilakukan oleh sejumlah pemuda diantaranya Soekarni, Wikana, Aidit dan Chaerul Saleh dari perkumpulan "Menteng 31" terhadap Soekarno dan Hatta tersebut, bertujuan agar kedua tokoh tidak terpengaruh oleh Jepang, serta mendesak keduanya segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dan melepaskan diri dari belenggu kelam penjajah Jepang.
 
Naskah Proklamasi pun disusun di Rengasdengklok, tepatnya di rumah milik seorang Tionghoa, bernama Djiaw Kie Siong. Berjarak 81 Km dari Jakarta dan dianggap jauh dari jangkauan pengawasan tentara Jepang.

Rumah mungil nan terpencil inilah yang menjadi saksi bisu lahirnya semangat kemerdekaan oleh para kaum muda pada waktu itu.

Di rumah ini pula konon bendera sang saka Merah Putih pertama kali dikibarkan pada Kamis tanggal 16 Agustus 1945, sebagai pertanda semangat untuk proklamasi kemerdekaan Indonesia segera dimulai.
 
Kini  rumah mungil itu masih berdiri kokoh, sekokoh spirit sang proklamator yang memerdekakan republik ini sejak 72 tahun silam.

Terjaga utuh oleh sang cucu Djiaw Kie Siong, yakni Djiaw Kim Mong alias Yanto 68th. Dan dengan setianya Yanto melayani para pengunjung yang datang dari berbagai daerah, hanya untuk sekedar mencari tahu tentang sejarah apa yang pernah terjadi dengan rumah sang kakeknya dulu.(*)


Foto Lepas
SDM Unggul Indonesia Maju
 
Polda Riau Bongkar Sindikat Perdagangan Satwa Dilindungi
 
Infografis Novel Baswedan
 
 
Polri dan Mitra Litas Daerah  
-Mitra Polri   Provinsi Riau Utama
-Polda Riau -Polresta Pekanbaru -Polres Inhil -Kota Pekanbaru -Kab. Inhil -Nasional -Pendidikan
  -Polres Dumai -Polres Rohul -Kota Dumai -Kab. Rohul -Politik -Hiburan
  -Polres Kampar -Polres Rohil -Kab. Kampar -Kab. Rohil -Ekonomi -Pertanian
  -Polres Bengkalis -Polres Kuansing -Kab. Bengkalis -Kab. Kuansing -Hukrim -Advertorial
  -Polres Pelalawan -Polres Siak -Kab. Pelalawan -Kab. Siak -Sosial -Lensa Foto
  -Polres Inhu -Polres Meranti -Kab. Inhu -Kab. Meranti -Budaya -Foto
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2015-2017 PT. MEDIA SIGAP INDONESIA, All Rights Reserved